Jakarta (ANTARA) - Basarnas bersiaga atas peristiwa kebakaran yang terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) dan menyatakan siap memberikan bantuan apabila diperlukan oleh pihak perusahaan.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa Kantor SAR Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait peristiwa tersebut, dan saat ini penanganan masih dilakukan sesuai prosedur internal perusahaan.
Baca juga: Bupati Bogor luruskan kabar ratusan korban di tambang Pongkor
"Kantor SAR Jakarta sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Tim mereka yang menangani kejadian ini, dan Basarnas siap membantu apabila diminta,” kata dia.
Berdasarkan laporan pemantauan awal Kantor SAR Jakarta, indikasi kebakaran ditandai dengan munculnya asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1) dini hari.
Koordinasi awal dilakukan Unit Siaga SAR dengan pihak perusahaan pada Selasa (13/1) pukul 13.00 WIB, dan diketahui kejadian berlangsung sejak dini hari.
Dalam hasil koordinasi, pihak kepolisian dan manajemen PT Antam telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Kantor SAR Jakarta juga berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan pemantauan lanjutan.
PT Antam memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menyatakan kondisi di lokasi telah berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan perusahaan.
Baca juga: Antam pastikan pekerja aman setelah kejadian asap di tambang Pongkor
Baca juga: Enam penambang selamat setelah 15 jam terkurung longsoran di Bogor
Basarnas melaporkan sejumlah kendala dalam pemantauan, antara lain asap tebal yang membatasi jarak pandang, tingginya kadar karbon dioksida, serta lokasi sumber api yang berada jauh di dalam area tambang.
Namun demikian, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya karyawan yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa Kantor SAR Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait peristiwa tersebut, dan saat ini penanganan masih dilakukan sesuai prosedur internal perusahaan.
Baca juga: Bupati Bogor luruskan kabar ratusan korban di tambang Pongkor
"Kantor SAR Jakarta sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Tim mereka yang menangani kejadian ini, dan Basarnas siap membantu apabila diminta,” kata dia.
Berdasarkan laporan pemantauan awal Kantor SAR Jakarta, indikasi kebakaran ditandai dengan munculnya asap tebal berkadar gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1) dini hari.
Koordinasi awal dilakukan Unit Siaga SAR dengan pihak perusahaan pada Selasa (13/1) pukul 13.00 WIB, dan diketahui kejadian berlangsung sejak dini hari.
Dalam hasil koordinasi, pihak kepolisian dan manajemen PT Antam telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Kantor SAR Jakarta juga berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan pemantauan lanjutan.
PT Antam memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menyatakan kondisi di lokasi telah berhasil dikendalikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan perusahaan.
Baca juga: Antam pastikan pekerja aman setelah kejadian asap di tambang Pongkor
Baca juga: Enam penambang selamat setelah 15 jam terkurung longsoran di Bogor
Basarnas melaporkan sejumlah kendala dalam pemantauan, antara lain asap tebal yang membatasi jarak pandang, tingginya kadar karbon dioksida, serta lokasi sumber api yang berada jauh di dalam area tambang.
Namun demikian, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya karyawan yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.




