Sering Salah Kaprah, Benarkah Juz Amma Berarti Juz 30? Ini Penjelasan Asal-usulnya

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

BAGI banyak orang, istilah Juz Amma dan Juz 30 dianggap sebagai sinonim yang bisa saling menggantikan. Secara praktis, hal ini memang tidak salah karena keduanya merujuk pada kumpulan surah yang dimulai dari Surah An-Naba sampai Surah An-Nas.

Namun, jika kita menilik dari sisi bahasa Arab, Amma sama sekali tidak berarti Tiga Puluh atau 30. Sekadar informasi, bahasa arab dari 30 yaitu tsalatsun.

Etimologi: Dari Mana Kata "Amma" Berasal?

Nama Juz Amma diambil dari kata pertama dalam juz tersebut. Juz ke-30 Al-Qur'an dimulai dengan Surah An-Naba yang ayat pertamanya berbunyi, "Amma yatasa'alun" (Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?).

Baca juga : Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Kata Amma (عَمَّ) sendiri merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu 'an (tentang) dan ma (apa). Jadi, secara harfiah, Juz Amma berarti "Juz Tentang Apa". Penamaan ini mengikuti tradisi lama dalam literatur Islam untuk menamai sebuah bagian atau bab berdasarkan kata pertama yang muncul di dalamnya.

Tradisi Penamaan Juz dalam Al-Qur'an

Pembagian Al-Qur'an menjadi 30 juz bertujuan untuk memudahkan pembacaan (tadarus) agar bisa dikhatamkan dalam satu bulan. Namun, tahukah Anda bahwa bukan hanya Juz 30 yang memiliki nama khusus?

Di kalangan ulama dan santri di pesantren, beberapa juz lain juga sering disebut berdasarkan kata pertamanya. Contohnya:

Baca juga : Hasil Asesmen PAI 2025 Ungkap Rendahnya Kemampuan Baca Al-Qur’an Guru SD

  • Juz Alif Lam Mim: Sebutan untuk Juz 1 (dimulai dari Surah Al-Baqarah).
  • Juz Lantana Lu: Sebutan untuk Juz 4 (dimulai dari potongan ayat Lan tanalu al-birra...).
  • Juz Wa'lamu: Sebutan untuk Juz 10 (dimulai dari kata Wa'lamu...).
  • Juz Qad Sami'a: Sebutan untuk Juz 28 (dimulai dari Surah Al-Mujadilah).

Karena Juz 30 adalah yang paling sering dibaca, dihafal, dan dipelajari secara mandiri, nama Juz Amma menjadi jauh lebih populer dan melekat di masyarakat dibandingkan nama-nama juz lain.

Karakteristik Unik Juz Amma

Selain soal nama, Juz Amma memiliki keistimewaan yang membedakannya dari juz-juz lain di Al-Qur'an. Hal ini pula yang membuatnya menjadi kurikulum dasar dalam pendidikan Islam:

1. Dominasi Surah Makkiyah

Hampir seluruh surah dalam Juz Amma (kecuali Surah Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, dan An-Nasr) diturunkan di Mekah. Ciri khasnya adalah ayat-ayatnya pendek, padat, dan memiliki rima (sajak) yang sangat indah, sehingga sangat mudah dihafal.

2. Fokus pada Aqidah dan Akhirat

Isi dari Juz Amma mayoritas membahas tentang kekuasaan Allah di alam semesta, hari kiamat, surga, neraka, dan peringatan bagi manusia. Ini adalah fondasi keimanan yang paling dasar bagi setiap Muslim.

Mengapa Juz Amma Begitu Ikonik di Indonesia?

Kepopuleran istilah Juz Amma di Indonesia tidak lepas dari metode pengajaran Al-Qur'an tradisional. Sebelum metode Iqra atau Tilawati populer, banyak guru mengaji menggunakan buku tipis khusus yang hanya berisi Juz 30 untuk diajarkan kepada anak-anak sebelum mereka memegang mushaf Al-Qur'an 30 juz yang besar. Buku tipis itulah yang secara turun-temurun disebut sebagai Buku Juz Amma.

FAQ Seputar Juz Amma Berapa jumlah surah dalam Juz Amma?

Juz Amma terdiri dari 37 surah, dimulai dari Surah ke-78 (An-Naba) hingga Surah ke-114 (An-Nas).

Apakah membaca Juz Amma sama pahalanya dengan juz lain?

Tentu saja. Setiap huruf dalam Al-Qur'an yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan. Mengingat Juz Amma berisi banyak surah pendek, seseorang bisa membaca banyak surah dalam waktu singkat, yang berarti banyak keberkahan yang didapat.

Surah apa yang terpanjang di Juz Amma?

Surah An-Nazi'at adalah surah dengan jumlah ayat terbanyak kedua (46 ayat) setelah Surah An-Naba (40 ayat) di dalam Juz Amma. Namun secara fisik teks, An-Nazi'at sering dianggap yang paling panjang cakupannya.

Cara Efektif Menghafal Juz Amma
  1. Mulai dari Belakang: Hafalkan dari Surah An-Nas menuju ke atas karena surahnya lebih pendek.
  2. Gunakan Audio: Dengarkan murottal qari favorit untuk memperbaiki tajwid dan irama.
  3. Pahami Arti: Membaca terjemahan membantu otak mengasosiasikan ayat dengan makna, sehingga tidak mudah lupa.
  4. Gunakan dalam Shalat: Bacalah surah yang baru dihafal saat menjalankan shalat sunnah maupun wajib.
Kesimpulan

Jadi, Juz Amma bukanlah terjemahan bahasa Arab dari Juz 30. Penamaan ini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi literasi Islam yang menamai bagian kitab suci berdasarkan kata pembukanya. Dengan memahami hal ini, kita semakin menghargai kekayaan bahasa dan sejarah di balik pembagian Al-Qur'an yang kita baca setiap hari.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Tersangka Kasus Jual Beli Aluminium Inalum
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Cerita di Balik MBG: Usaha Kecil Tumbuh, Hidup Warga Berubah
• 16 jam laluidntimes.com
thumb
KPK Periksa Anggota DPRD Bekasi Terkait Dugaan Afiliasi dengan Vendor Proyek
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menlu Iran Bantah Ribuan Tewas, Sebut Laporan Eksekusi Hanya Kampanye Disinformasi
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ojol Desak Prabowo Segera Terbitkan Perpres Transportasi Online
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.