Respons Trump, PM Nielsen Tegaskan Greenland Bagian dari Denmark

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan bahwa sekarang bukan saatnya untuk membicarakan kemerdekaan masa depan pulau Arktik tersebut dan membahayakan haknya untuk menentukan nasib sendiri. Penyataan tersebut usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan ancaman untuk mengambil alih kendali atas wilayah tersebut.

"Saya rasa ini bukan saatnya untuk membicarakannya. Kita tidak boleh mempertaruhkan hak kita untuk menentukan nasib sendiri ketika negara lain berbicara tentang mengambil alih wilayah kita," kata Jens-Frederik Nielsen dalam sebuah wawancara dengan media Greenland, dilansir AFP, Rabu (14/1/2024).

Pernyataan tersebut diterbitkan hanya beberapa jam sebelum pertemuan penting di Gedung Putih antara pejabat Denmark, Greenland, dan AS mengenai Greenland.

Baca juga: Trump: AS Butuh Greenland untuk Pertahanan Rudal Golden Dome

"Itu tidak berarti kita tidak akan menginginkan sesuatu yang berbeda di masa depan. Tetapi di sini dan sekarang, kita adalah bagian dari kerajaan (Denmark), dan kita berdiri bersama kerajaan tersebut. Itu sangat penting dalam situasi serius ini," tambah Nielsen.

Menteri Luar Negeri Denmark dan mitranya dari Greenland dijadwalkan bertemu pada Rabu (14/1) dengan mitranya dari AS, Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance, yang tahun lalu menegur Denmark karena kurangnya keterlibatan militer di Greenland.

Nielsen mengatakan ia berharap setelah pertemuan tersebut, "kita dapat membangun dialog yang lebih normal dan saling menghormati dengan Amerika Serikat".

Pada Selasa (12/1), Nielsen mengatakan bahwa jika Greenland harus memilih antara tetap menjadi bagian dari Denmark atau menjadi bagian dari Amerika Serikat, "kami memilih Denmark".

"Yah, itu masalah mereka," balas Trump.

Presiden AS belum mengesampingkan kemungkinan merebut wilayah otonom Denmark-sesama anggota NATO-dengan kekerasan.

Baca juga: Sekutu Putin Ejek Trump: Greenland Bisa Gabung Rusia Jika AS Tak Cepat

"Kita harus percaya bahwa prinsip-prinsip tatanan dunia tidak akan diinjak-injak," kata pemimpin Greenland dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu.

"Jika kita mulai mempermainkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, kita akan menghadapi masalah serius bukan hanya di Greenland, tetapi di seluruh dunia," tambahnya.

Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen sebelumnya berupaya meredakan kekhawatiran AS tentang keamanan di Greenland, dengan mengatakan kepada AFP bahwa Denmark meningkatkan kehadiran militernya di sana dan sedang berdiskusi dengan sekutu tentang "peningkatan kehadiran NATO di Arktik."




(rfs/azh)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sejarah 50 Tahun Salemba UI, Antony Z Abidin: Pikiran Harus Ditulis dengan Tanggung Jawab
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Refleksi Makrofiskal 2025: Menggugah Asa
• 11 jam laludetik.com
thumb
BPOM Hentikan Sementara Distribusi dan Impor Formula Bayi Nestlé Terdampak Notifikasi Keamanan Pangan Global
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Kronologi Kasus Investasi Sateman, Suami Boiyen Klaim Berkali-kali Coba Hubungi Pelapor Namun Tak Direspon
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Amran Ungkap Pemulihan Pertanian Pascabencana Sumatera Butuh Dana Rp 6,6 T
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.