Gencatan Senjata Gaza Resmi Masuki Fase Kedua

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Gaza: Utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada  Rabu dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata Gaza. Fokus fase kedua akan bergeser ke demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi.

“Fase Kedua membentuk pemerintahan transisi teknokratis Palestina di Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), dan memulai demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza secara penuh, terutama pelucutan senjata semua personel yang tidak sah,” kata Steve Witkoff dalam sebuah pernyataan di platform  X, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 15 Januari 2026.

Witkoff mengatakan, AS mengharapkan kelompok Palestina Hamas untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut, termasuk “pemulangan segera sandera terakhir yang meninggal.”

“Kegagalan untuk melakukannya akan membawa konsekuensi serius,” tambah Witkoff.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Turki, Mesir, dan Qatar “atas upaya mediasi mereka yang sangat penting yang memungkinkan semua kemajuan hingga saat ini.”

Kelompok-kelompok Palestina sebelumnya pada Rabu menyatakan dukungan untuk pembentukan badan pemerintahan transisi untuk Gaza, mendesak langkah-langkah cepat untuk memungkinkan badan tersebut segera mengambil alih tanggung jawab pemerintahan di wilayah tersebut.

Sikap tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan di Kairo yang diadakan atas undangan Mesir dan di bawah naungan Presiden Abdel Fattah al-Sisi, menurut kantor berita pemerintah Mesir, Al-Qahera News.

Menurut pernyataan tersebut, kelompok-kelompok tersebut menekankan perlunya menciptakan kondisi yang sesuai agar badan transisi dapat segera mengambil alih tanggung jawab penuh untuk mengelola kehidupan sehari-hari di Gaza, termasuk layanan publik yang penting.

Mereka mengatakan badan tersebut akan bekerja sama dengan “dewan perdamaian” dan komite eksekutifnya, yang diharapkan akan mengawasi persetujuan dan implementasi proses rekonstruksi Gaza.

Warga Palestina menuduh Israel berulang kali melanggar gencatan senjata yang menghentikan perang brutal Israel yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Hampir 450 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata, menurut Kementerian Kesehatan.

Israel juga menolak untuk membuka kembali penyeberangan Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November 2025 yang menyerukan gencatan senjata permanen dan komprehensif di wilayah tersebut, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan rekonstruksi wilayah tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bantah Terima Pramugari Gadungan yang Viral, Garuda Indonesia: Itu Konten AI
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Sering Salah Kaprah, Benarkah Juz Amma Berarti Juz 30? Ini Penjelasan Asal-usulnya
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Emas Hari Ini 15 Januari 2026: Produk Antam Makin Kinclong
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Mendagri Tito Beberkan Masalah Utama Pemulihan Bencana Sumatera
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.