PEMERINTAHAN Donald Trump meraih kemenangan besar di Capitol Hill setelah faksi Republik di Senat berhasil menggagalkan upaya pembatasan wewenang militer AS di Venezuela. Hasil ini memastikan kendali penuh Presiden Trump atas kebijakan luar negeri di negara Amerika Latin tersebut tanpa hambatan legislatif.
Wakil Presiden JD Vance turun langsung ke Senat pada Rabu (14/1) malam waktu setempat, untuk memberikan suara penentu (tie-breaking vote). Langkah ini secara resmi menghentikan resolusi yang sedianya akan memaksa pemerintah meminta persetujuan Kongres untuk setiap penggunaan kekuatan militer lebih lanjut di Venezuela.
Tekanan Gedung Putih Ubah Peta SuaraKemenangan ini tercapai setelah drama politik di internal Partai Republik. Pekan lalu, lima senator Republik sempat membelot dan mendukung Demokrat untuk membawa resolusi ini ke lantai sidang. Namun, Senator Josh Hawley dan Todd Young akhirnya menarik dukungan mereka setelah mendapatkan tekanan intens dari Gedung Putih, termasuk telepon langsung dari Presiden Trump dan Sekretaris Negara Marco Rubio.
Baca juga : Ketegangan Memuncak, Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran
Perubahan sikap di menit-menit terakhir ini menegaskan kembali pengaruh absolut Trump terhadap partainya. Para senator yang sempat membelot sebelumnya harus menghadapi kemarahan publik sang presiden yang mengancam akan mengakhiri karier politik siapa pun yang tidak sejalan dengan agendanya.
Jaminan dari Marco RubioSenator Josh Hawley mengungkapkan perubahannya didasari jaminan pribadi dari Marco Rubio. Rubio menegaskan pemerintah tidak akan mengirim pasukan darat ke Venezuela dan berjanji akan meminta persetujuan Kongres jika rencana tersebut berubah.
"Sangat aneh jika dia menganggap Kongres tidak memiliki peran dalam perang," ujar Senator Demokrat Tim Kaine, salah satu sponsor utama resolusi tersebut, menanggapi keputusan Hawley.
Baca juga : Putus Pasokan Minyak Venezuela, Donald Trump Beri Ultimatum Keras kepada Kuba
Di sisi lain, Senator Todd Young dari Indiana menyatakan dirinya kini menentang resolusi tersebut setelah menerima "jaminan pribadi yang cukup luas" dari pihak administrasi mengenai peran Amerika Serikat di Venezuela.
Sebagai bagian dari kesepakatan politik ini, pemerintah berjanji akan mendatangi Kongres sebelum melakukan "operasi militer besar apa pun di Venezuela." Selain itu, Marco Rubio dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat akhir bulan ini untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai eskalasi konflik yang terus meluas.
Dengan gagalnya resolusi ini, Presiden Trump kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam menentukan langkah strategis berikutnya di Venezuela tanpa bayang-bayang intervensi legislatif yang mengikat. (CNN/Z-2)





