GenPI.co - Komisi V DPRD Jawa Barat mempertanyakan rencana pembangunan Sekolah Maung atau Manusia Unggulan, yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi.
Proyek tersebut, belum ada laporan resminya. Bahkan, belum masuk dalam skema APBD Jawa Barat Tahun 2026.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari mengatakan legislatif baru tahu diksi dan konsep sekolah itu, dari unggahan media sosial Dedi Mulyadi.
“Baru empat hari lalu, dari media sosial gubernur. Saya tidak tahu, itu masuk perencanaan atau ide mendadak gubernur yang sporadis,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (15/1).
Menurut dia, butuh proses panjang dalam membangun sekolah baru. Mulai pengadaan lahan, hingga konstruksi fisik, menelan waktu tahunan.
Dia menyampaikan proyek Sekolah Maung belum dialokasikan dalam APBD 2026, sehingga Pemprov Jawa Barat disarankan lebih realistis.
Zaini menilai akan lebih efektif memperkuat infrastruktur pendidikan yang sudah ada, daripada memulai proyek dari nol.
“Sejumlah SMA, masih ada yang punya sisa lahan 1 hingga 2 hektare. Itu bisa masuk satu program studi yang gubernur inginkan,” ujarnya.
Terlepas hal itu, Zaini mengapresiasi visi besar Dedi Mulyadi, yang ingin ada sekolah unggulan. Tetapi, efisiensi anggaran harus menjadi prioritas utama.
“Mungkin jadi salah satu jalan menuju Jabar Istimewa, dengan banyaknya sekolah unggulan,” ucapnya. (ant)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F13%2F24531525-bc9a-4429-a6e7-5dbd900b910f_jpg.jpg)
.jpg)