Mamuju (ANTARA) - Polresta Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat bersama berbagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Mamuju menandatangani kesepakatan demonstrasi damai dan tertib.
"Penandatangan komitmen bersama ini menjadi momentum sinergi antara kepolisian dan mahasiswa," kata Kapolresta Mamuju, Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi, Kamis.
Penandatangan kesepakatan demonstrasi damai dan tertib itu dituangkan melalui penandatanganan komitmen bersama antara masing-masing ketua Organisasi Mahasiswa se-Kabupaten Mamuju dengan Kapolresta Mamuju.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polresta Mamuju, Kompol Bayu Aditya Yulianto, tokoh masyarakat Kabupaten Mamuju, H Damris, serta sekitar 20 orang perwakilan aliansi mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di daerah itu.
Kapolresta menegaskan, kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen Polresta Mamuju dalam membuka ruang komunikasi, dialog terbuka, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
"Kami menyadari mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik serta menjaga nilai-nilai demokrasi," ujar Ferdyan.
Polri khususnya Polresta Mamuju, kata dia, senantiasa terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang konstruktif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif dan demokratis di Kabupaten Mamuju.
Ia berharap kegiatan itu dapat mempererat hubungan emosional, menumbuhkan rasa saling memahami serta menciptakan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
"Semoga pertemuan ini membawa manfaat, mempererat tali silaturahmi, dan menjadi langkah awal membangun sinergisitas positif antara kepolisian dan mahasiswa demi kemajuan daerah serta terjaganya demokrasi yang sehat di Kabupaten Mamuju," katanya.
Pada pertemuan itu, aliansi mahasiswa secara terbuka mengakui kesalahan atas aksi demonstrasi anarkis yang sebelumnya terjadi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyatakan komitmen kuat untuk bersama-sama menjaga Kota Mamuju tetap aman, damai dan kondusif.
Perwakilan mahasiswa, Akbar Saputra, yang juga selaku ketua PP Ipmapus Sulbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kapolresta Mamuju dan jajaran atas ruang dialog yang diberikan.
"Kami berterima kasih atas kesempatan berdialog secara langsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan. Kami berharap ke depan tidak ada lagi provokator yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Akbar menegaskan Aliansi Mahasiswa siap menyampaikan aspirasi secara tertib, santun dan sesuai aturan hukum, serta berkomitmen bersinergi dengan Polresta Mamuju dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Sementara, tokoh masyarakat H Damris mengapresiasi kesepakatan bersama pihak Polresta Mamuju dan aliansi mahasiswa tersebut.
Ia menilai dialog antara Polresta Mamuju dan mahasiswa merupakan langkah strategis dan patut dijadikan contoh.
Ia juga berharap mahasiswa dapat terus menyampaikan kritik dan aspirasi secara santun, bermartabat dan sesuai koridor hukum.
"Ini menunjukkan adanya keterbukaan, kemauan untuk berdialog, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Mamuju," kata Damris.
"Penandatangan komitmen bersama ini menjadi momentum sinergi antara kepolisian dan mahasiswa," kata Kapolresta Mamuju, Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi, Kamis.
Penandatangan kesepakatan demonstrasi damai dan tertib itu dituangkan melalui penandatanganan komitmen bersama antara masing-masing ketua Organisasi Mahasiswa se-Kabupaten Mamuju dengan Kapolresta Mamuju.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polresta Mamuju, Kompol Bayu Aditya Yulianto, tokoh masyarakat Kabupaten Mamuju, H Damris, serta sekitar 20 orang perwakilan aliansi mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di daerah itu.
Kapolresta menegaskan, kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen Polresta Mamuju dalam membuka ruang komunikasi, dialog terbuka, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
"Kami menyadari mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik serta menjaga nilai-nilai demokrasi," ujar Ferdyan.
Polri khususnya Polresta Mamuju, kata dia, senantiasa terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang konstruktif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif dan demokratis di Kabupaten Mamuju.
Ia berharap kegiatan itu dapat mempererat hubungan emosional, menumbuhkan rasa saling memahami serta menciptakan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
"Semoga pertemuan ini membawa manfaat, mempererat tali silaturahmi, dan menjadi langkah awal membangun sinergisitas positif antara kepolisian dan mahasiswa demi kemajuan daerah serta terjaganya demokrasi yang sehat di Kabupaten Mamuju," katanya.
Pada pertemuan itu, aliansi mahasiswa secara terbuka mengakui kesalahan atas aksi demonstrasi anarkis yang sebelumnya terjadi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyatakan komitmen kuat untuk bersama-sama menjaga Kota Mamuju tetap aman, damai dan kondusif.
Perwakilan mahasiswa, Akbar Saputra, yang juga selaku ketua PP Ipmapus Sulbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kapolresta Mamuju dan jajaran atas ruang dialog yang diberikan.
"Kami berterima kasih atas kesempatan berdialog secara langsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan. Kami berharap ke depan tidak ada lagi provokator yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Akbar menegaskan Aliansi Mahasiswa siap menyampaikan aspirasi secara tertib, santun dan sesuai aturan hukum, serta berkomitmen bersinergi dengan Polresta Mamuju dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Sementara, tokoh masyarakat H Damris mengapresiasi kesepakatan bersama pihak Polresta Mamuju dan aliansi mahasiswa tersebut.
Ia menilai dialog antara Polresta Mamuju dan mahasiswa merupakan langkah strategis dan patut dijadikan contoh.
Ia juga berharap mahasiswa dapat terus menyampaikan kritik dan aspirasi secara santun, bermartabat dan sesuai koridor hukum.
"Ini menunjukkan adanya keterbukaan, kemauan untuk berdialog, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Mamuju," kata Damris.




