Trauma lapisan hidung dapat menularkan kuman ke otak pemicu alzheimer

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Para peneliti menyelidiki teori bahwa trauma pada lapisan hidung dapat menularkan kuman ke otak, yang berpotensi memicu peradangan dan pembentukan plak amiloid, ciri khas penyakit alzheimer.

Ditulis laman New York Post, Selasa (13/1), beberapa peneliti telah memfokuskan perhatian mereka pada poros hidung-otak yang sangat penting, yaitu jalur langsung antara rongga hidung dan sistem saraf pusat.

Sebuah studi tahun 2022 dari Universitas Griffith di Australia menemukan bahwa mengorek hidung dapat membawa chlamydia pneumoniae, bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, ke saraf penciuman di hidung tikus. Bakteri tersebut kemudian dapat menyebar ke otak.

Baca juga: Terapi suara non-invasif tingkatkan harapan bagi pengobatan alzheimer

Akibatnya, sel-sel otak menyimpan protein beta amiloid. Fragmen-fragmen ini saling menempel membentuk plak lengket yang mengganggu komunikasi sel dan menyebabkan kematian sel otak, yang mengakibatkan kehilangan ingatan dan demensia.

Karena pusat pemrosesan penciuman di otak termasuk area pertama yang rusak akibat alzheimer, tes penciuman telah menjadi cara non-invasif untuk menyaring risiko alzheimer.

“Kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa chlamydia pneumoniae dapat langsung masuk melalui hidung dan ke otak, di mana ia dapat memicu patologi yang menyerupai penyakit alzheimer,” kata ahli saraf James St John ketika penelitian tersebut diterbitkan di Scientific Reports.

Baca juga: Terapi kenangan bantu atasi perubahan suasana hati penderita alzheimer

Sebuah tinjauan ilmiah terpisah pada tahun 2023 menunjukkan bahwa neuroinflamasi alzheimer mungkin sebagian disebabkan oleh patogen yang masuk ke otak melalui sistem penciuman.

Para peneliti berteori bahwa mikroorganisme berbahaya ini mengubah susunan bakteri di hidung, yang berpotensi menyebabkan infeksi otak kronis tingkat rendah, neuroinflamasi, dan penyakit alzheimer.

Dalam mengulas penelitian ini bulan lalu di media sosial, ahli bedah saraf bersertifikat Betsy Grunch merekomendasikan untuk menjaga kebersihan hidung dengan baik guna menghindari kerusakan pada lapisan hidung.

Itu artinya jangan mengorek kotoran hidung dan mencabut bulu-bulu dari hidung.

Baca juga: Studi: Berjalan 5.000 langkah sehari perlambat perkembangan Alzheimer

Baca juga: Otak pria menyusut lebih cepat, tapi wanita lebih rentan Alzheimer


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kepatuhan Perusahaan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Ringkus Komplotan Spesialis Bobol Tembok Lintas Daerah, Polres Madiun Amankan Ratusan Perhiasan Emas
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Gembok Dibuka, Saham PKPK Kembali Tancap Gas!
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gus Hilmi Firdausi: Rajin Salat Belum Tentu Cegah Korupsi, Tergantung Kualitas Ibadahnya
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
KPK Ungkap Peran Petinggi PBNU yang Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.