Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan 5 negara dengan investasi terbesar di Indonesia sepanjang 2025. Amerika Serikat (AS) tersingkir dari posisi lima besar.
Sekadar informasi, realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun 101,3% dari sasaran Rp1.905,6 triliun. Penanaman modal itu berasal dari dalam negeri atau PMDN senilai Rp1.030,3 triliun dan asing atau PMA senilai Rp900,9 triliun.
Posisi tiga besar negara dengan investasi terbesar tetap diduduki oleh Singapura, Hong Kong, China dan Malaysia. Pertama, investasi dari Singapura pada 2025 tercatat senilai US$17,4 miliar atau setara Rp278,4 triliun (menggunakan kurs APBN Rp16.000 per dolar AS).
Kendati masih menduduki posisi pertama, nilai investasi Singapura pada 2025 turun dari tahun sebelumnya yakni US$20,1 miliar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut investasi dari Singapura paling banyak masuk ke sektor industri. Dia merincikan bahwa investasi dari Singapura masuk ke industri logam dasar sekitar US$5,1 miliar.
"Kemudian jasa lainnya itu US$2,5 miliar, baru transportasi, industri makanan US$1 miliar, dan disusul pertambangan. Kalau kami lihat, ada tiga daerah yang masuk dari Singapura yang ini kan hilirisasi nih di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara," terangnya pada konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga
- Hilirisasi Sumbang 30,2% Total Investasi, Realisasi Rp584,1 triliun
- Investasi Lampaui Target, Tapi Biaya Penyerapan Tenaga Kerja Makin Mahal
- Lampaui Target! Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 triliun
Kedua, investasi dari Hong Kong yakni US$10,6 miliar atau setara Rp169,6 triliun. Namun, nilainya juga turun dari 2024 yakni US$8,2 miliar.
Ketiga, China menyumbang investasi sepanjang 2025 senilai US$7,5 miliar atau setara Rp120 triliun. Nilainya lebih rendah dari keseluruhan 2024 yakni US$8,1 miliar.
Keempat, investasi dari Malaysia senilai US$4,5 miliar atau setara Rp72 triliun. Akan tetapi, nilainya lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu US$4,2 miliar.
Kelima, Jepang menyumbang investasi pada 2025 senilai US$3,1 miliar atau setara Rp49,6 triliun. Jepang menggeser posisi Amerika Serikat (AS) di urutan kelima pada 2024, yang saat itu menyumbang investasi senilai US$3,7 miliar.
Kendati AS tergeser, namun Negara Paman Sam itu masih menjadi salah satu negara terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia khusus untuk sektor hilirisasi.
Sejalan dengan dominasi asing atau PMA pada investasi hilirisasi atau 73,5%, AS berada di urutan kelima dengan kontribusi investasi US$1,6 miliar.
Sementara itu, investasi hilirisasi pada tahun lalu terbesar masih dari Singapura yakni US$7,9 miliar. Kemudian, diikuti oleh Hong Kong US$6,2 miliar, China US$4,8 miliar, dan Malaysia US$3 miliar.
"Kalau saya lihat [peringkat] 1, 2, 3-nya itu masih sama [investasi keseluruhan dan hilirisasi]. Nomor 4 sama 5-nya nih yang berubah, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Korea biasanya itu memang berputar mereka," jelas Rosan.




