Sampit (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memasang perangkap besi untuk mengevakuasi beruang madu yang meresahkan warga di Kecamatan Baamang.
“Kami memasang satu set perangkap dengan umpan buah durian dan nanas, untuk mengundang beruang masuk ke dalam. Lokasi ini kami pilih berdasarkan hasil observasi sebelumnya, di mana terdapat jejak dan jalur perlintasan satwa,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Jumat.
Pemasangan perangkap dilakukan pada Rabu (14/1) berlokasi di Jalan Bumi Raya 1, Kelurahan Baamang Barat, tepatnya di kawasan semak belukar yang diduga kuat menjadi jalur perlintasan satwa tersebut.
Langkah ini diambil, setelah beruang kembali dilaporkan berkeliaran di sekitar Perumahan Az-Zahra dan Mahardika. Berdasarkan laporan warga diperkirakan beruang madu yang berkeliaran itu berusia dewasa dan ukurannya cukup besar.
Dalam operasi ini, BKSDA bekerja sama dengan personel Manggala Agni untuk memasang umpan beraroma tajam. Petugas memanfaatkan buah-buahan seperti durian dan nanas guna memancing beruang dewasa tersebut masuk ke dalam perangkap besi.
“Kami menduga beruang madu tersebut telah mengalami perubahan perilaku. Satwa dilindungi ini tampak tidak lagi takut dengan kehadiran manusia, bahkan berani mendekati permukiman padat penduduk demi mencari sumber makanan,” ujar Muriansyah.
Ia menambahkan, setelah dipasang perangkap itu akan dipantau secara berkala. Ia juga berpesan kepada warga sekitar jika melihat pergerakan atau kondisi yang mencurigakan pada perangkap itu agar tidak mendekati perangkap dan segera melapor ke BKSDA.
Jika beruang berhasil masuk perangkap, proses evakuasi akan segera dilakukan. Tim rescue dari SKW II BKSDA Pangkalan Bun akan dikerahkan untuk menjemput dan memindahkan satwa tersebut ke habitat yang lebih aman.
Baca juga: BKSDA turunkan tim tangani kemunculan beruang lokasi bencana di Agam
Baca juga: Tim gabungan BKSDA usir beruang madu di Abdya gunakan mercon
Baca juga: BBKSDA Riau evakuasi beruang madu ditemukan terjerat di Inhu
“Kami memasang satu set perangkap dengan umpan buah durian dan nanas, untuk mengundang beruang masuk ke dalam. Lokasi ini kami pilih berdasarkan hasil observasi sebelumnya, di mana terdapat jejak dan jalur perlintasan satwa,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Jumat.
Pemasangan perangkap dilakukan pada Rabu (14/1) berlokasi di Jalan Bumi Raya 1, Kelurahan Baamang Barat, tepatnya di kawasan semak belukar yang diduga kuat menjadi jalur perlintasan satwa tersebut.
Langkah ini diambil, setelah beruang kembali dilaporkan berkeliaran di sekitar Perumahan Az-Zahra dan Mahardika. Berdasarkan laporan warga diperkirakan beruang madu yang berkeliaran itu berusia dewasa dan ukurannya cukup besar.
Dalam operasi ini, BKSDA bekerja sama dengan personel Manggala Agni untuk memasang umpan beraroma tajam. Petugas memanfaatkan buah-buahan seperti durian dan nanas guna memancing beruang dewasa tersebut masuk ke dalam perangkap besi.
“Kami menduga beruang madu tersebut telah mengalami perubahan perilaku. Satwa dilindungi ini tampak tidak lagi takut dengan kehadiran manusia, bahkan berani mendekati permukiman padat penduduk demi mencari sumber makanan,” ujar Muriansyah.
Ia menambahkan, setelah dipasang perangkap itu akan dipantau secara berkala. Ia juga berpesan kepada warga sekitar jika melihat pergerakan atau kondisi yang mencurigakan pada perangkap itu agar tidak mendekati perangkap dan segera melapor ke BKSDA.
Jika beruang berhasil masuk perangkap, proses evakuasi akan segera dilakukan. Tim rescue dari SKW II BKSDA Pangkalan Bun akan dikerahkan untuk menjemput dan memindahkan satwa tersebut ke habitat yang lebih aman.
Baca juga: BKSDA turunkan tim tangani kemunculan beruang lokasi bencana di Agam
Baca juga: Tim gabungan BKSDA usir beruang madu di Abdya gunakan mercon
Baca juga: BBKSDA Riau evakuasi beruang madu ditemukan terjerat di Inhu

:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-07-Suporter-PSM-Makassar-saat-menyaksikan-laga-melawan-Malut-United-2.jpg)

