Pemerintah Selandia Baru mengatakan telah menutup sementara kedutaan besarnya di Teheran, Iran dan menerbangkan pulang para diplomatnya. Ini dilakukan karena memburuknya situasi keamanan di Iran.
Staf diplomatik meninggalkan Iran dengan selamat menggunakan penerbangan komersial semalam, kata juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru pada Jumat (16/1).
Disebutkan bahwa operasi kedutaan Teheran sementara ini dipindahkan ke Ankara, Turki, karena "situasi keamanan yang memburuk" di Iran.
"Kami terus menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran. Warga Selandia Baru yang saat ini berada di negara itu harus segera pergi," kata juru bicara tersebut, dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2026).
Kementerian luar negeri Selandia Baru mengatakan bahwa mereka memiliki kemampuan yang "sangat terbatas" untuk memberikan bantuan konsuler kepada warga Selandia Baru di Iran.
Tantangan komunikasi yang parah mempersulit orang untuk menghubungi keluarga dan teman di Iran, kata juru bicara kementerian tersebut, menyarankan warga Selandia Baru di sana untuk menghubungi kerabat mereka jika memungkinkan.
Menurut sejumlah pakar dan saksi mata, rangkaian demonstrasi anti-pemerintah di Iran telah mencapai tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 47 tahun Republik Islam tersebut.
Saat sebagian masyarakat turun ke jalan di berbagai kota di Iran, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal "menyerang dengan sangat keras ke titik terlemah" jika pihak otoritas Iran menindak para demonstran. Trump menambahkan, AS "siap membantu".
Pihak berwenang Iran bersumpah bakal menyerang sekutu dan kepentingan AS di kawasan tersebut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan demonstrasi tersebut dimanipulasi oleh "musuh-musuh Iran".
(ita/ita)


