Jakarta (ANTARA) - Petarung kelas berat (120,2 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Mohammed Usman mengakui melakukan kesalahan dengan menggunakan zat terlarang yang membuatnya dilarang bertanding selama 30 bulan oleh Combat Sports Anti-Doping (CSAD).
"Saya ingin membahas tentang penangguhan saya. Selama proses pemulihan, saya membuat kesalahan saat berusaha sembuh, dan saya sepenuhnya bertanggung jawab atas hal itu," tulis Mohammed Usman dalam akun media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.
CSAD mengumumkan bahwa Usman dinyatakan positif menggunakan testosteron menjelang pertandingan kelas berat melawan Valter Walker di UFC Rio pada 11 Oktober. Hasil itu memaksa adik laki-laki dari mantan juara kelas welter UFC Kamaru Usman itu mundur dari pertandingan tersebut.
Baca juga: Alex Pereira rebut kembali gelar juara UFC seusai TKO Ankalaev
Usman mengakui telah menggunakan BPC-157, peptida terlarang, pada awal 2025. Akibatnya, petarung asal Nigeria itu dikenai sanksi larangan bertanding dan tidak boleh berkompetisi hingga April 2028.
"Waktu (sanksi) ini telah memungkinkan saya untuk memulihkan kesehatan, fokus pada keluarga, dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan," katanya.
Usman tidak berkomentar tentang masa depannya di dunia tarung, hanya menambahkan, "Saya mengambil segala sesuatu satu hari demi satu hari dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan serta melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar".
Baca juga: Juara UFC Ankalaev berjanji ulangi kemenangan laga ulang lawan Pereira
Usman saat ini memiliki rekor empat kemenangan dan dua kekalahan di UFC dan rekor profesional 11 kemenangan dan empat kekalahan secara keseluruhan. Dia adalah pemenang kelas berat musim ke-30 The Ultimate Fighter dan berhasil memenangi dua pertarungan UFC berikutnya setelah kemenangan turnamen tersebut.
Setelah mengalami kekalahan berturut-turut dari Mick Parkin dan Thomas Petersen, Usman kembali meraih kemenangan dengan mengalahkan Hamdy Abdelwahab di UFC Baku pada Juni 2025.
"Saya berterima kasih kepada UFC, Rashad, Ali, Brian, dan semua pelatih saya atas dukungan mereka yang terus menerus. Kita terus maju," tulisnya.
Baca juga: Julius Walker fokus bangun momentum setelah kekalahan debut di UFC
"Saya ingin membahas tentang penangguhan saya. Selama proses pemulihan, saya membuat kesalahan saat berusaha sembuh, dan saya sepenuhnya bertanggung jawab atas hal itu," tulis Mohammed Usman dalam akun media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.
CSAD mengumumkan bahwa Usman dinyatakan positif menggunakan testosteron menjelang pertandingan kelas berat melawan Valter Walker di UFC Rio pada 11 Oktober. Hasil itu memaksa adik laki-laki dari mantan juara kelas welter UFC Kamaru Usman itu mundur dari pertandingan tersebut.
Baca juga: Alex Pereira rebut kembali gelar juara UFC seusai TKO Ankalaev
Usman mengakui telah menggunakan BPC-157, peptida terlarang, pada awal 2025. Akibatnya, petarung asal Nigeria itu dikenai sanksi larangan bertanding dan tidak boleh berkompetisi hingga April 2028.
"Waktu (sanksi) ini telah memungkinkan saya untuk memulihkan kesehatan, fokus pada keluarga, dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan," katanya.
Usman tidak berkomentar tentang masa depannya di dunia tarung, hanya menambahkan, "Saya mengambil segala sesuatu satu hari demi satu hari dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan serta melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar".
Baca juga: Juara UFC Ankalaev berjanji ulangi kemenangan laga ulang lawan Pereira
Usman saat ini memiliki rekor empat kemenangan dan dua kekalahan di UFC dan rekor profesional 11 kemenangan dan empat kekalahan secara keseluruhan. Dia adalah pemenang kelas berat musim ke-30 The Ultimate Fighter dan berhasil memenangi dua pertarungan UFC berikutnya setelah kemenangan turnamen tersebut.
Setelah mengalami kekalahan berturut-turut dari Mick Parkin dan Thomas Petersen, Usman kembali meraih kemenangan dengan mengalahkan Hamdy Abdelwahab di UFC Baku pada Juni 2025.
"Saya berterima kasih kepada UFC, Rashad, Ali, Brian, dan semua pelatih saya atas dukungan mereka yang terus menerus. Kita terus maju," tulisnya.
Baca juga: Julius Walker fokus bangun momentum setelah kekalahan debut di UFC





