Kementrans Perluas Ekspedisi Patriot 2026: Gandeng 10 Kampus dan Targetkan 1.500 Peserta

matamata.com
10 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) resmi memperluas jangkauan Program Ekspedisi Patriot pada tahun 2026. Kolaborasi yang sebelumnya melibatkan tujuh perguruan tinggi kini ditambah menjadi 10 kampus nasional, dengan target peserta mencapai 1.000 hingga 1.500 mahasiswa.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara merinci bahwa tiga kampus baru yang bergabung dalam kemitraan ini adalah Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Ketiganya menyusul tujuh mitra awal, yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Tahun ini ada tiga tambahan (kampus). Program ini pertama kali berjalan pada 2025 dengan 1.000 mahasiswa dan telah menghasilkan 400 output penelitian untuk memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah di Jakarta, Minggu malam (18/1/2026).

Bakti dan Investasi Iftitah menjelaskan, pelaksanaan tahun ini memiliki pembeda signifikan dengan kehadiran dua subprogram baru, yaitu Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi dan Ekspedisi Patriot Investasi Transmigrasi.

Dalam subprogram Bakti Transmigrasi, mahasiswa akan melakukan pengabdian masyarakat secara konkret. Fokusnya mulai dari perbaikan infrastruktur dasar hingga solusi teknis pertanian, seperti pembibitan tanaman dan pembasmian hama.

Sementara itu, subprogram Investasi Transmigrasi akan memprioritaskan hilirisasi dan industrialisasi di kawasan yang telah diriset. Iftitah mencontohkan pengembangan kawasan industri perikanan di Rempang dan Galang, Kepulauan Riau, serta pengelolaan mineral strategis di Mamuju, Sulawesi Barat.

“Di Kalukku, Mamuju, ada potensi logam tanah jarang yang sangat dicari dunia. Kami akan dukung dengan pengembangan sektor pertanian juga, agar ekonomi daerah tetap berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada tambang,” tegasnya.

Melalui sinergi ini, Kementrans berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat bermukim, tetapi tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh riset akademis dan investasi yang terukur. (Antara)

Baca Juga
  • Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Biduan Berbusana Minim Joget di Acara Isra Miraj Banyuwangi, Warganet: Ini Pencemaran!
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer hadapi sidang perdana pemerasan K3
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kepala Daerah Dipilih DPRD, Hasto : Solusinya Perkuat Pencegahan Korupsi
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Ritual Ma’Nene, Wujud Penghormatan Leluhur yang Masih Dijaga Masyarakat Toraja
• 36 menit laluharianfajar
thumb
KPK OTT Wali Kota Madiun Terkait Dugaan Korupsi Fee Proyek dan Dana CSR
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.