HARIAN FAJAR, PANGKEP – Cuaca buruk dan medan yang ekstrem memaksa 10 personel Tim SAR bermalam di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Langkah ini diambil guna menjaga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil ditemukan di titik jatuhnya pesawat, Minggu (18/1).
Keputusan untuk bertahan di ketinggian 1.353 mdpl tersebut diambil setelah proses evakuasi yang berlangsung selama hampir lima jam terpaksa dihentikan.
Pasalnya, jarak pandang yang sangat terbatas dan faktor keamanan tim.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa kesepuluh personel tersebut tetap siaga di lokasi kejadian.
Hal ini dilakukan demi memastikan keamanan jenazah korban hingga proses evakuasi lanjutan dapat dilakukan pada Senin (19/1) pagi.
“Medan yang terjal dan cuaca yang tidak stabil memaksa tim di lapangan untuk mengambil keputusan bermalam. Ini murni faktor keselamatan tim dan penghormatan terhadap jenazah korban yang telah ditemukan,” ujar Mayjen Bangun saat meninjau posko di Desa Tompobulu, Pangkep.
Pesawat nahas yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar tersebut ditemukan hancur dengan serpihan yang tersebar di perbukitan karst.
Selain jenazah korban berjenis kelamin laki-laki, petugas juga telah mengamankan beberapa komponen penting pesawat.
Di antaranya: mesin dan roda pesawat, bagian ekor pesawat, dan Emergency Locator Transmitter (ELT).
Mayjen Bangun menekankan kepada seluruh jajaran bahwa operasi ini adalah panggilan kemanusiaan yang mendalam.
Ia mengingatkan para prajurit untuk bekerja dengan empati tinggi mengingat keluarga korban sedang menunggu kepastian di rumah.
“Setiap detik sangat berarti bagi keluarga yang menunggu kabar di Makassar maupun di kampung halaman. Kita jalankan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab,” tegas Jenderal bintang dua tersebut.
Kendala Evakuasi Jalur Darat
Lokasi jatuhnya pesawat yang berada di area tebing curam membuat pergerakan tim sangat terbatas.
Angin kencang dan kabut tebal yang turun tiba-tiba menjadi penghambat utama.
Hari ini, tim fokus pada upaya evakuasi jenazah serta pencarian bagian pesawat lainnya dengan dukungan perlengkapan mountaineering lengkap.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya membawa turun korban menuju titik evakuasi terdekat untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI. (*)





