Terdampak Banjir Pekalongan, Sejumlah Kereta Api dari Malang Batal Berangkat

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS - Bencana banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, mengakibatkan dua perjalanan kereta api dari Stasiun Malang, Jawa Timur, Senin (19/1/2026), terpaksa dibatalkan. Kedua kereta api tersebut adalah Gajayana dan Gajayana Tambahan dengan relasi Malang-Gambir.

Ini merupakan pembatalan kedua. Sehari sebelumnya, Minggu (18/1), PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan perjalanan Kereta Matarmaja relasi Malang-Pasarsenen. Pembatalan perjalanan dilakukan karena kedatangan kereta Matarmaja relasi Pasarsenen-Malang mengalami keterlambatan cukup lama, yakni 651 menit lantaran terdampak banjir. 

Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan, keberangkatan kereta dari Stasiun Malang dibatalkan karena harus menunggu kedatangan rangkaian kereta dari perjalanan sebelumnya. Hal itu sekaligus untuk memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan.

“Pembatalan dilakukan sebagai dampak banjir yang merendam jalur kereta lintas utara. Pembatalan ini dilakukan karena waktu kelambatan perjalanan kereta tinggi sehingga perlu dilakukan optimalisasi dan rekayasa pola operasi kereta guna mengurangi dampak bagi perjalanan kereta lainnya,” ujarnya.

Selain pembatalan, PT KAI Daop 8 juga melakukan rekayasa rangkaian, seperti pengaturan ulang sarana, perubahan formasi rangkaian, serta optimalisasi penggunaan kereta cadangan guna menyesuaikan kondisi operasional di lapangan. Rekayasa dilakukan untuk menjaga kelancaran kereta yang masih dapat dioperasionalkan serta mempercepat pemulihan kondisi jalur hingga dinyatakan normal kembali.

”KAI terus melakukan upaya penanganan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk mempercepat pemulihan kondisi jalur rel, termasuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap sarana dan prasarana, pembersihan lintasan, serta memastikan keamanan jalur sebelum dinyatakan kecepatan normal,” paparnya.

Baca JugaJalur Kereta Terendam Sudah Bisa Dilalui Terbatas, Sejumlah Perjalanan Tetap Dibatalkan

Terkait pembatalan perjalanan dua kereta api itu, Mahendro mengatakan, pelanggan yang telah mengantongi tiket dapat melakukan pengembalian 100 persen di luar biaya pemesanan. Hingga Senin pukul 12.00 WIB, total pelanggan yang telah membatalkan tiket di Stasiun Malang sejak Jumat (16/1/2026) sebanyak 520 orang.

“Mereka juga bisa melakukan jadwal ulang tanpa biaya tambahan. Proses tersebut bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun contact center 121,” ujarnya. KAI pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat perubahan pola operasi dan pembatalan perjalanan tersebut.

Secara terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan, hingga saat ini tidak ada pembatalan perjalanan kereta api yang berangkat dari Daop 7 Madiun.

Namun, ada beberapa kereta yang melintas di wilayah Daop 7 yang dibatalkan. Kereta yang dibatalkan itu adalah Gajayana Malang-Gambir (keberangkatan pukul 14.55), Gajayana Tambahan Malang-Gambir (pukul 18.25), dan Gajayana Tambahan Gambir-Malang (pukul 00.10 WIB).

Baca JugaBanjir Meluas, Banyak Perjalanan Kereta Api Melintasi Cirebon Dibatalkan

Menurut Tohari, pada Senin, genangan air di petak jalan Sragi-Pekalongan telah berhasil ditangani dengan melakukan pengangkatan material dan normalisasi jalur. Seluruh perjalanan kereta sudah dapat melintas melalui jalur hulu maupun hilir menggunakan lokomotif dinas masing-masing kereta.

“Mulai pukul 05.10 jalur Sragi-Pekalongan sudah dapat dilalui melalui pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam, sambil terus dilakukan pemantauan intensif oleh petugas di lapangan,” kata Tohari.

Sementara itu, jumlah penumpang pesawat yang melalui Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko, mengatakan, pada Senin ini, jumlah penumpang pesawat di bandara itu mencapai 1.388 penumpang dengan 5 penerbangan.

Pada Minggu (18/1), jumlah penumpang sebanyak 1.545 orang (6 penerbangan), Sabtu (17/1) sebanyak 699 penumpang (4 penerbangan), dan Jumat (16/1) sebanyak 1.408 orang (6 penerbangan).

Pembatalan dilakukan sebagai dampak banjir yang merendam jalur kereta lintas utara

Sejak pertengahan Desember 2025 ada tujuh penerbangan yang dilayani di Bandara Abdulrachman Saleh. Enam penerbangan menuju Jakarta oleh maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, dan Citilink. Sedangkan satu penerbangan lain dilayani Wings Air menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan jadwal empat kali dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

“Ada peningkatan jumlah penumpang. Pertama, mungkin karena saat ini bertepatan dengan libur panjang akhir pekan bersamaan Isra Miraj. Yang kedua, mungkin karena ada banjir di wilayah utara Jawa Tengah sehingga sebagian penumpang berpindah dari moda transportasi lain ke pesawat,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Keponakan Prabowo Calon Kuat Deputi Gubernur BI, Begini kata DPR
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Kepala BRIN Siapkan Future Technology Forecasts
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gema Partai Baru dan Reproduksi Politik Usang
• 14 jam lalukompas.com
thumb
GJLS Umumkan Film Kedua, Pahlawan Tanpa Lawan Resmi Masuk Tahap Produksi
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Damaskus dan Kelompok Bersenjata Kurdi Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Suriah
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.