Salmon menjadi salah satu jenis ikan yang disukai oleh banyak orang dari berbagai dunia.
Ikan satu ini mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak sehat (omega 3, EPA, DHA) yang baik untuk jantung dan otak. Daging ikan salmon juga mengandung vitamin D, B12, B6, Niasin dan mineral seperti selenium, kalium, fosfor, zat besi, zinc.
Kandungan itu baik untuk mendukung kesehatan tulang, saraf, mata dan imunitas tubuh. Karena hal itu tak heran harga ikan salmon cenderung lebih mahal dari jenis ikan lainnya. Belum lagi habitat ikan salmon yang berada di perairan dingin yang tidak ada di Indonesia.
Meski mahal, peminat salmon tidak berkurang. Masih banyak orang yang memburu ikan tersebut untuk dijadikan santapan makanan maupun dikonsumsi secara mentah seperti sajian untuk sushi atau sashimi.
Namun, beberapa waktu terakhir heboh pemberitaan tentang kandungan merkuri tinggi pada ikan. Mengonsumsi ikan bermerkuri tinggi dapat merusak sistem saraf, pencernaan dan ginjal terutama berbahaya bagi janin dan anak-anak.
Ikan mengandung merkuri karena polusi lingkungan dari industri dan alam mencemari air dan tanah. Selain itu rantai makanan mempengaruhi ikan besar bisa mengandung merkuri.
Lalu apakah ikan salmon juga mengandung merkuri?
Menurut FDA (Food and Drug Administration) ikan salmon mengandung merkuri namun dalam kadar yang rendah. Rata-rata kadar merkuri dalam salmon sangat rendah.
Salmon segar atau beku memiliki kadar merkuri rata-rata sekitar 0,022 bagian per juta (ppm) dengan kadar tertinggi tercatat sekitar 0,19 ppm. Sementara pada salmon kalengan, kadar merkuri lebih rendah yaitu rata-rata sekitar 0,014 ppm.
Meski kadar merkurinya rendah, para ahli kesehatan dan FDA mengimbau untuk tidak berlebihan mengonsumsi salmon. Normalnya, ikan salmon dikonsumsi dua porsi (kira-kira 4 ons) salmon per minggu.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2020%2F01%2F21%2Fecc42b66-b397-47b8-8cd6-c5655e8b78a7.jpg)