INDONESIA Masters 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari. Panitia pelaksana menegaskan berbagai insiden yang sempat mewarnai penyelenggaraan India Terbuka tidak akan terjadi di Jakarta.
Penyelenggara memastikan turnamen akan digelar dengan persiapan menyeluruh demi menjamin kenyamanan atlet, ofisial, dan penonton.
India Terbuka yang berlangsung pekan lalu menjadi sorotan setelah sejumlah pertandingan terganggu oleh faktor nonteknis, mulai dari jatuhnya kotoran burung ke lapangan hingga kemunculan monyet liar di area tribun.
Baca juga : Tersingkir di Perempat Final India Terbuka, Putri KW Siap Tebus Kekalahan di Istora
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menegaskan kondisi di Jakarta berbeda dengan India dan telah diantisipasi sejak awal.
"India beda dengan Jakarta. Memang salah satunya masalahnya sekarang hujan. Jadi hari ini semua setting outdoor harus sudah selesai tetapi kalau indoornya semua sudah beres," ujar Budiharto dalam jumpa pers, Senin (19/1).
Dia juga menyinggung sejumlah keluhan yang muncul pada India Terbuka, khususnya terkait kualitas udara dan pencahayaan arena pertandingan. Pasalnya, kualitas siaran langsungnya pertandingan kurang memadai dan terkesan gelap.
Baca juga : Bangkit Lewat Duel Rubber Game, Putri KW Amankan Tiket Perempat Final India Terbuka 2026
Panitia Indonesia Masters 2026 pun melakukan peningkatan signifikan pada sistem pencahayaan di Istora.
"Oleh karena itu memang kaitannya dengan lighting kemarin betul-betul kita fokus meningkatkan kualitas lumennya. Kalau biasanya kita main di 1.100-1.200 (lumen), kemarin kita tetapkan ada di 1.500-1.600 lumen dan itu harus merata," jelasnya.
Terkait kekhawatiran kebocoran atap lantaran saat ini sedang musim hujan, Budiharto memastikan panitia telah menerima jaminan dari pengelola venue.
"Kalau (kekhawatiran) bocor kita dapat jaminan dari pihak Istora, enggak bocor," ujarnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, panitia optimistis Indonesia Masters 2026 dapat berlangsung lancar dan profesional sekaligus menghadirkan atmosfer pertandingan yang layak bagi atlet dan penonton.
Panitia hanya memberi perhatian khusus pada potensi gangguan hewan di area pertandingan. Budiharto mengingatkan Indonesia pernah memiliki pengalaman serupa di masa lalu.
"Yang masih kita jagain adalah kucing. Karena India salah satunya yang jadi sorotan adalah ada monyet, ada tahi burung. Jadi kotor lapangannya," kata Budiharto.
"Kita pernah pengalaman dulu ketika lagi pertandingan kucing melintas. Mudah-mudahan kita tidak terjadi lagi," ujarnya. (I-2)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F02%2F124cce88-6884-4c73-ae49-2c4f41673ab3.jpg)


