Namun, di segmen harga Rp1 jutaan, kehadiran OIS tergolong langka. Sebagian besar pabrikan masih mengandalkan Electronic Image Stabilization (EIS) berbasis perangkat lunak, meski membantu, tapi tidak setara dengan OIS dalam menjaga ketajaman dan stabilitas.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan spesifikasi dan harga pasar, terdapat beberapa opsi menarik yang patut dipertimbangkan. Berikut HP kamera stabilizer di kisaran harga Rp1 jutaan ke atas yang bisa jadi pertimbangan.
Samsung Galaxy A06 5G Di kelas harga mendekati Rp1,9 jutaan, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy A06 5G sebagai salah satu opsi paling solid bagi pencari OIS murni di segmen entry-level. Ponsel ini dibekali kamera utama 50MP dengan OIS, fitur yang jarang ditemukan di rentang harga tersebut.
Kehadiran OIS membuat rekaman video terlihat lebih stabil dan foto lebih tajam, terutama saat memotret di kondisi minim cahaya atau tanpa tripod. Selain kamera, Galaxy A06 5G juga sudah mendukung jaringan 5G, menjadikannya lebih siap untuk penggunaan jangka panjang.
Dengan kombinasi OIS dan konektivitas terbaru, perangkat ini kerap dianggap sebagai jalan tengah bagi pengguna yang mengincar stabilisasi optik namun belum siap naik ke kelas Rp2 jutaan ke atas.
itel RS4 Beralih ke opsi lebih terjangkau, itel menawarkan itel RS4 di kisaran mendekati Rp1 jutaan. Perangkat ini tidak membawa OIS, tetapi mengandalkan EIS untuk stabilisasi video, termasuk dukungan perekaman hingga 2K.
Untuk kelas harganya, EIS pada itel RS4 sudah cukup membantu mengurangi guncangan ringan saat merekam sambil berjalan. itel RS4 menonjol sebagai pilihan serbaguna bagi pengguna yang lebih mengutamakan harga terjangkau dan fitur praktis. Kendati efektivitas EIS tidak setara OIS, hasil video masih terlihat lebih rapi dibandingkan dengan ponsel tanpa stabilisasi sama sekali.
Infinix Hot 30i / Hot 40 Pro
Dari kubu Infinix, model Infinix Hot 30i dan Infinix Hot 40 Pro juga sering masuk rekomendasi di kisaran Rp1 jutaan. Beberapa varian Infinix di lini Hot menawarkan fitur stabilisasi berbasis EIS atau gyro-EIS, membantu menghasilkan video lebih stabil dan foto yang lebih minim blur.
Kamera pada seri ini umumnya beresolusi tinggi untuk kelas entry-level, sehingga cocok untuk kebutuhan dokumentasi harian dan media sosial. Kendati tidak menyematkan OIS, kombinasi resolusi kamera dan EIS membuat seri Hot tetap relevan bagi pengguna yang ingin kamera cukup stabil dengan harga terjangkau.
Tecno Spark Series Tecno juga meramaikan segmen ini lewat Tecno Spark, termasuk varian seperti Spark Go dan Spark 30 Pro. Di kisaran Rp1 jutaan hingga Rp2 jutaan, beberapa model Spark menawarkan stabilisasi video berbasis gyro-EIS, memberikan peningkatan nyata dibandingkan dengan EIS standar.
Tecno Spark menyasar pengguna muda dan pemula yang aktif membuat konten sederhana. Hasil stabilisasi memang tidak setara OIS, tetapi cukup membantu untuk vlog ringan atau video harian tanpa peralatan tambahan.
Memahami OIS dan EIS Dalam memilih HP kamera stabilizer di harga Rp1 jutaan, konsumen perlu memahami perbedaan OIS vs EIS. OIS bekerja secara mekanis menggunakan motor untuk menggerakkan lensa, sehingga lebih efektif menahan guncangan dan menjaga detail foto. Sementara EIS mengandalkan pemrosesan software, cenderung memotong frame dan kurang optimal di kondisi minim cahaya.
Di segmen harga ini, OIS murni sangat jarang. Jika OIS menjadi prioritas utama, opsi paling realistis adalah Samsung Galaxy A06 5G meski harganya sedikit di atas Rp1 jutaan. Untuk alternatif lebih murah, EIS pada itel, Infinix, dan Tecno bisa menjadi solusi kompromi.
Perlu dicatat bahwa harga smartphone sangat dinamis. Model yang awalnya berada di kisaran Rp2 jutaan bisa turun mendekati Rp1 jutaan saat promo besar, dan sebaliknya. Karena itu, pengguna disarankan untuk mengecek harga terbaru di toko online maupun fisik sebelum membeli.
Sebagai kesimpulan, Samsung Galaxy A06 5G saat ini menjadi pilihan terbaik di kisaran Rp1 jutaan ke atas yang menawarkan OIS secara spesifik. Sementara itu, merek seperti itel, Infinix, dan Tecno menyediakan alternatif dengan stabilisasi EIS, yang tetap layak dipertimbangkan jika OIS bukan keharusan mutlak.
Dengan memahami kebutuhan dan spesifikasi, konsumen dapat memilih perangkat paling sesuai tanpa harus keluar dari anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




