Piala Dunia 2026 Jadi Jembatan Perubahan Sosial di Los Angeles

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riki Ilham Rafles

TVRINews – Los Angeles, Amerika Serikat

Komite Penyelenggara Piala Dunia Los Angeles 2026 ingin meninggalkan warisan kepada masyarakat lokal.

Menjadi salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Los Angeles tak ingin memanfaatkan status itu untuk mendatangkan wisatawan semata. Komite Penyelenggara setempat justru mau meninggalkan warisan yang positif bagi masyarakat lokal.

Los Angeles coba memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 sebagai jembatan perubahan sosial yang berkelanjutan. Dalam upaya mewujudkannya, Komite Penyelenggara menjalin kerja sama dengan Play Equity Fund.

Mereka akan meluncurkan video seri bertajuk 26 Community Champions. Video yang akan dirilis selama 26 pekan berturut-turut itu mengangkat peran organisasi nirlaba yang memberi kontribusi nyata dalam pengembangan olahraga dan penguatan komunitas di berbagai wilayah Los Angeles.

Sebanyak 26 komunitas yang terpilih mendapatkan dana hibah sebesar 26 ribu dolar AS (Rp441 juta). Dana tersebut merupakan bentuk dukungan atas dedikasi mereka dalam membangun akses olahraga yang inklusif dan mempererat ikatan sosial di komunitasnya masing-masing.

“Sebanyak 26 Juara Komunitas ini mewakili warisan yang ingin kami tinggalkan melalui Piala Dunia di seluruh komunitas Los Angeles,” kata Chief Executive Officer (CEO) Komite Penyelenggara Piala Dunia Los Angeles 2026, Kathryn Schloessman, dikutip dari Inside Football World.

Inisiatif ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa fungsi Komite Penyelenggara yang lebih luas dari sekadar menggelar pertandingan. Mereka ingin menghubungkan perhelatan olahraga kelas dunia dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Los Angeles.

Schloessman yakin program yang diusung pihaknya ini adalah cerminan dari warisan yang ingin ditinggalkan. Mereka mau menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola bisa mampu mengubah kehidupan masyarakat.

Presiden Play Equity Fund, Renata Simril menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan. Olahraga ini dianggapnya sebagai pintu gerbang menuju kesempatan yang lebih luas dan rasa kebersamaan yang kuat.

“Rangkaian video ini menghidupkan dampak dari 26 Juara Komunitas kami. Sepak bola lebih dari sekadar permainan, ini adalah pintu gerbang menuju kesempatan dan rasa memiliki," tutur Simril.

Dengan sorotan publik global kepada Piala Dunia 2026, organisasi-organisasi nirlaba lokal yang terus bekerja untuk mendukung penyelenggaraan, diharapkan tetap dikenang dan terus memberi dampak positif jauh setelah turnamen berakhir.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan Ungkap Jepang hingga Rusia Kini Datang ke RI Tanya Masalah Pertanian
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menkes Mulai Gencarkan Skrining Kesehatan Pakai AI: Dia Kayak Dokter
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
5 Kue yang Bisa Disajikan saat Imlek 2026 Selain Kue Keranjang, Apa Saja?
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Menhub Kunjungi Posko Pencarian Pesawat ATR, Berharap Korban Ditemukan Selamat
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Industri di Jatim Teriak Darurat Pasokan Gas Murah, Kuota Dibatasi di Bawah 50%
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.