Kekhawatiran SBY Perihal Dunia di Ambang Prahara

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kekhawatirannya mengenai dinamika geopolitik global pada beberapa bulan terakhir. Ia khawatir akan terjadinya prahara besar yang menimpa dunia, yaitu Perang Dunia ke-3.

Dirangkum detikcom, Selasa (20/1/2026), pernyataan SBY tersebut disampaikan melalui akun X resminya, @SBYudhoyono. SBY pun meminta agar PBB bergerak mengajak pemimpin dunia untuk melakukan pencegahan.

Diketahui, SBY mulanya menyinggung pengalamannya dalam mendalami geopolitik dunia puluhan dekade ini.

"Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini. Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," kata SBY.

Baca juga: SBY Sebut Situasi Saat Ini Mirip Jelang PD I dan II, Bagaimana Sejarahnya?

Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III. Dia menyebut pola yang terjadi belakangan sama seperti yang pernah terjadi pada Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini," jelasnya.

"Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi," lanjut dia.

SBY pun berharap analisisnya salah sehingga Perang Dunia III tidak terjadi. Namun, ia menekankan berdoa dan berharap saja tidak cukup menghentikan kemungkinan tersebut.

"Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia. Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya," ujar dia.




(yld/fas)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Jalan Terjal Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bos BGN Bakal Angkat 32.000 Pekerja Dapur MBG jadi ASN pada Februari 2026
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
“Jebakan Batman” di Balik Love Scamming: AI Dipakai Peras Korban yang Terjebak
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Inilah Sosok Saksi Ahli yang Dibawa Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu: Pakar Citra Satelit!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Update Ranking FIFA Januari 2026: Timnas Indonesia di Bawah Malaysia
• 3 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.