Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berlangsung selama bulan Ramadan 2026.
Dalam pernyataannya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa meskipun siswa menjalankan ibadah puasa, mereka tetap akan mendapatkan jatah makanan dari MBG. Program ini bertujuan untuk menjamin asupan gizi yang cukup bagi peserta didik, terutama selama bulan yang penuh berkah ini.
"Bahkan di 2026 ini kita akan utamakan di 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh sebab itu di hari libur, di Ramadan, program kita akan tetap jalan karena target utama kita adalah ibu hamil, menyusui dan anak balita karena golden time period-nya pendek sekali karena di situlah stunting dicegah kemudian otak berkembang," jelas Dadan dilansir dari laman Antara.
Dilain kesempatan, Dadan juga mengungkapkan bahwa makanan yang diberikan akan disesuaikan dengan jam-jam ketika anak-anak pulang dari sekolah. Ia menyebut, makanan yang akan diberikan nantinya berupa makanan siap saji yang memiliki daya tahan selama 12 jam. Sehingga tetap layak untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka," kata Dadan dilansir dari laman Kompas.
Dalam program ini, BGN memastikan bahwa tidak hanya siswa yang berpuasa yang akan menerima MBG, tetapi juga mereka yang tidak menjalankan puasa. Distribusi makanan untuk peserta didik akan dilakukan secara teratur, dengan memperhatikan kondisi lokal masing-masing daerah.
"Semua (diutamakan) baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda. Kalau di daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka," sambungnya.
Mekanisme Penyaluran MBG Selama Ramadan Sistem penyaluran serupa dengan tahun sebelumnyaMekanisme penyaluran MBG selama Ramadan 2026 dipastikan tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa sistem yang berlaku sebelumnya akan diterapkan kembali, dengan penyesuaian tertentu untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Para peserta didik dapat membawa pulang makanan tersebut dan menikmatinya saat berbuka puasa.
Jenis makanan yang disiapkan untuk MBGBGN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas menu makanan yang disediakan selama bulan Ramadan. Makanan yang disiapkan akan memiliki daya tahan yang cukup untuk dikonsumsi pada saat waktu buka puasa. Sebelumnya, makanan seperti roti, telur, dan buah-buahan menjadi pilihan utama. Dalam konteks ini, BGN memastikan bahwa semua makanan yang didistribusikan memiliki kualitas yang baik dan sesuai untuk dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Tindakan fleksibel selama masa libur sekolahSaat masa libur sekolah berlangsung, BGN tetap akan melanjutkan penyaluran MBG untuk kelompok tertentu, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Hal ini menunjukkan perhatian BGN terhadap kelompok penerima yang membutuhkan konsumsi gizi secara rutin. Sekolah tidak akan memaksa siswa untuk mengambil makanan tersebut saat libur, memberikan kebebasan bagi orang tua untuk mengambilnya jika dibutuhkan.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2025%2F02%2F27%2Fb5ff2983-dc6a-4d9a-8b40-123a7af92f14_jpg.jpg)

