GenPI.co - Ketegangan geopolitik di Greenland makin panas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap mengejar ambisinya untuk menguasai wilayah otonom Denmark yang kaya mineral ini.
AS menilai misi militer Eropa yang sedang dibentuk di Greenland tidak ada gunanya.
Dua pesawat angkut pasukan Denmark dilaporkan telah mendarat di Greenland.
Inggris, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Swedia juga telah mengumumkan pengerahan personel militer.
Hal itu merupakan bagian dari misi pengintaian ke ibu kota Greenland, Nuuk, dalam latihan "Arctic Endurance" yang diselenggarakan Denmark bersama sekutu NATO.
Meski jumlah pasukan relatif kecil, latihan ini bertujuan mempersiapkan angkatan bersenjata di kawasan Arktik.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut anggota militer Prancis telah berada di lokasi dan akan diperkuat dengan aset darat, udara, dan laut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan pihaknya ingin menjajaki kemungkinan kontribusi militer guna mendukung Denmark dalam memastikan keamanan di Greenland.
Namun, Gedung Putih menilai kehadiran pasukan Eropa tidak akan memengaruhi rencana AS.
"Saya rasa kehadiran pasukan Eropa tidak memengaruhi pengambilan keputusan presiden dan juga tidak memengaruhi tujuannya untuk mengakuisisi Greenland," ujar Sekretaris Pers Karoline Leavitt, dilansir AFP, Senin (19/1).
Rusia turut menanggapi situasi ini dengan menepis anggapan bahwa Greenland berada dalam bahaya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan sebagian wilayah Denmark telah dimasukkan ke dalam lingkup kepentingan AS yang didefinisikan secara sewenang-wenang.
"Mitos tentang ancaman Rusia yang dipromosikan Denmark, Uni Eropa, dan NATO sangatlah munafik," ucapnya. (*)
Video seru hari ini:


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5169469/original/040743000_1742530703-IMG-20250321-WA0006.jpg)

