Laga berjalan dramatis. Bermula dari gol Senegal yang dianulir pada babak injury time. Kemudian Maroko dihadiahi tendangan penalti, setelah melakukan tinjauan dari VAR.
Keputusan tersebut, sempat memicu konflik dan drama. Para pemain Senegal beserta staf dan pelatih meninggalkan lapangan dan hanya menyisakan Sadio Mane saja. Usai berhasil dibujuk, permainan kembali dilanjutkan, dengan eksekusi tendangan Brahim Diaz.
Niat hati ingin melakukan panenka, namun berujung petaka bagi pemain Real Madrid itu. Tendangannya mampu dibaca oleh Mendy.
Baca Juga :
Menang Dramatis atas Maroko, Senegal Juara Piala Afrika 2025Banyak kritik, serta ujaran kebencian, yang diterima oleh Brahim Diaz, setelah Maroko gagal meraih Piala Afrika. Pemain berdarah Spanyol itu mengambil eksekusi penalti yang dinilai cukup berat.
“Jiwa saya terluka. Saya bisa memimpikan titel juara ini karena seluruh cinta yang kalian berikan kepada saya, setiap pesan, setiap dukungan yang membuat saya merasa tidak sendirian. Saya berjuang dengan semua hal yang saya miliki, terutama dengan hati saya," ujar Diaz.
“Kemarin, saya gagal dan saya bertanggung jawab penuh. Saya minta maaf dari lubuk hati terdalam. Akan sulit bagi saya untuk pulih, karena luka ini tidak akan sembuh dengan mudah. Tapi saya akan berusaha. Bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk setiap orang yang percaya kepada saya dan untuk setiap orang yang menderita bersama saya," pungkasnya.
“Saya akan terus maju sampai saat aku bisa mengembalikan seluruh cinta dari kalian dan menjadi sebuah sumber kebanggan untuk semua orang Maroko,” tulis Brahim Diaz diwartakan Daily Mail. (Victor Rodam)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





