JAKARTA, KOMPAS.com – Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat membongkar sindikat tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM) jaringan internasional yang mengirim warga negara asing (WNA) ke Australia melalui jalur ilegal.
Sindikat ini menjadikan Jakarta sebagai tempat transit sebelum ke Australia.
Dalam pengungkapan ini, petugas imigrasi menangkap tiga WNA yang terdiri dari dua warga negara China berinisial SS (37) dan XS (39), serta seorang warga negara Thailand berinisial PK (27).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Pamuji Raharja mengatakan, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan orang asing di sebuah penginapan wilayah Jakarta Barat.
Baca juga: Indonesia Jadi Tempat Transit Penyelundupan WN China ke Australia
"Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya orang asing yang diduga memiliki KTP elektronik Warga Negara Indonesia secara ilegal di wilayah Jakarta Barat," ujar Pamuji dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Selasa (20/1/2026).
Petugas kemudian melakukan penggerebekan pada Senin (12/1/2026) malam dan mendapati ketiga tersangka sedang bersama, beserta sejumlah barang bukti.
"Barang-barang bukti meliputi paspor, kartu identitas atau KTP palsu, dan handphone yang digunakan pelaku," ucap Pamuji.
Tersangka SS berperan sebagai otak utama di balik sindikat ini.
Untuk memuluskan aksinya di Indonesia, SS memiliki KTP elektronik palsu dengan identitas "Gunawan Santoso" yang tercatat berdomisili di Kabupaten Cianjur.
SS mengaku mendapatkan dokumen palsu tersebut melalui bantuan seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial LS dengan biaya yang fantastis.
"Menurut pengakuan SS, dirinya membayar uang sejumlah Rp 90 juta kepada LS untuk pengurusan dokumen kependudukan berupa KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran," ucap Pamuji.
Baca juga: Pramono Akui Prediksi Ahok soal Tanggul Pantai Jebol Bisa Banjiri Monas
Dokumen palsu tersebut pun digunakan SS untuk menyewa tempat tinggal bagi dirinya dan rekan-rekannya, serta sebagai penampungan logistik selama mempersiapkan penyelundupan orang.
Dalam prosesnya, SS dibantu oleh PK, seorang WN Thailand dan XS yang merupakan WN China.
"PK ikut serta membantu dalam proses pengajuan KTP elektronik dengan identitas palsu atas nama Gunawan Santoso, yaitu dengan melakukan proses pengeditan pasfoto untuk digunakan SS," ucap Pamuji.
Sindikat ini menawarkan jasa kepada warga negara China yang ingin masuk ke Australia secara ilegal untuk mencari suaka atau pekerjaan.



