Menkeu Purbaya Tegaskan Thomas Djiwandono Tak Akan Ganggu Independensi BI jika Jadi Deputi Gubernur

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu independensi lembaga tersebut.

Ia menyatakan bahwa pengambilan keputusan di BI dilakukan secara kolektif melalui musyawarah mufakat, sehingga satu orang tidak bisa memaksakan pendapatnya.

"Deputi gubernur harusnya bukan satu orang. Ada tujuh. Nggak bisa satu orang memengaruhi semuanya, harus diskusi antara mereka saja nanti," ungkapnya.

Thomas Akan Mundur dari Partai Sebelum Uji Kelayakan

Purbaya memastikan bahwa Thomas Djiwandono akan melepaskan keterlibatannya dalam partai politik sebelum mengikuti fit and proper test sebagai Deputi Gubernur BI.

Menurutnya, langkah ini dilakukan demi menjaga netralitas dan profesionalisme jabatan yang akan diemban.

Ia juga menekankan bahwa Bank Indonesia tidak akan dilibatkan dalam pendanaan program pembangunan oleh pemerintah.

"Kami akan jaga independensi bank sentral semaksimal mungkin. Kalau waktu tahun 2020 kan ada krisis yang besar sekali sehingga harus disamakan kebijakannya, kalau sekarang nggak. Dalam pengertian, saya nggak akan memeras bank sentral untuk membiayai program pembangunan kita," tegasnya.

INDEF: Stabilitas Rupiah Tergantung Kredibilitas Institusi

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menilai pergantian Deputi Gubernur BI tidak akan menjadi tekanan bagi nilai tukar rupiah selama independensi institusi tetap terjaga.

"Selama kredibilitas institusional BI terjaga dan batas antara kebijakan fiskal dan moneter tetap jelas, isu pencalonan tidak akan berkembang menjadi faktor penekan tambahan bagi rupiah maupun stabilitas makroekonomi nasional," ujarnya.

Rizal menjelaskan bahwa saat ini pergerakan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dinamika suku bunga global, penguatan dolar AS, dan arus modal asing ke pasar keuangan negara berkembang.

Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah tidak dapat langsung dikaitkan dengan pencalonan satu pejabat tertentu.

Ia menyarankan agar proses seleksi Deputi Gubernur dilakukan secara transparan dengan menekankan pentingnya menjaga independensi BI.

Menurutnya, posisi Deputi Gubernur yang menangani kebijakan moneter memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Di saat yang sama, BI perlu menjaga konsistensi komunikasi kebijakan agar pasar yakin bahwa arah moneter tetap berbasis data dan disiplin," tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan Sutradara Satukan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto Jadi Saudara Kembar
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa Speech Delay di Bandung Putus Sekolah usai Diduga Jadi Korban Bullying
• 16 jam laludetik.com
thumb
Pembersihan Lumpur-Normalisasi Sungai 17 Daerah Sumatera Dikebut Jelang Ramadan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Giliran Ortu Siswa Polisikan Guru SMK di Jambi Buntut Adu Jotos
• 20 jam laludetik.com
thumb
Modus Korupsi Wali Kota Madiun: Gratifikasi Berkedok CSR
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.