Kecelakaan Kereta Barcelona Tewaskan Warga, Dua Hari Usai Tabrakan Maut

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Barcelona: Sebuah kereta komuter di wilayah Barcelona mengalami kecelakaan pada Selasa, 20 Januari 2026, setelah dinding penahan runtuh dan menimpa jalur rel, menurut otoritas regional Spanyol. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 37 lainnya di wilayah Catalonia.

Layanan darurat setempat menyebutkan lima korban mengalami luka serius, sementara enam orang lainnya luka ringan. Sebanyak 20 ambulans dikerahkan ke lokasi, dan para korban dibawa ke tiga rumah sakit di sekitar area kejadian.

Baca Juga :

Spanyol Tetapkan Tiga Hari Berkabung usai Tabrakan Kereta yang Tewaskan 40 Orang
Kecelakaan terjadi di dekat kota Gelida, sekitar 35 menit perjalanan dari Barcelona. Operator perkeretaapian Spanyol, ADIF, menyatakan dinding penahan kemungkinan runtuh akibat hujan deras yang melanda wilayah timur laut Spanyol dalam beberapa hari terakhir. Akibat insiden tersebut, layanan kereta komuter di jalur itu dihentikan sementara.

Dilansir dari PBS News, Rabu, 21 Januari 2026, insiden di Barcelona terjadi hanya dua hari setelah kecelakaan kereta yang jauh lebih mematikan di selatan Spanyol. Tabrakan tersebut menewaskan sedikitnya 42 orang dan melukai puluhan lainnya.

Hingga Selasa, petugas darurat masih melakukan pencarian korban tambahan di puing-puing kecelakaan yang terjadi sekitar 800 kilometer dari Barcelona, seiring Spanyol memasuki masa berkabung nasional selama tiga hari.

Kecelakaan pada Minggu malam itu terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat, ketika bagian belakang kereta yang membawa 289 penumpang dari Malaga menuju Madrid anjlok dan menabrak kereta lain yang melaju dari Madrid ke Huelva. Otoritas menyatakan proses evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung.

Otoritas kesehatan melaporkan 39 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit pada Selasa pagi, sementara 83 lainnya telah mendapat perawatan dan diperbolehkan pulang. Rentetan Kecelakaan Kereta Spanyol Salah satu korban, Fidel Sáez, kehilangan ibunya dalam kecelakaan tersebut, meski dua anaknya, saudara laki-lakinya, dan seorang keponakan berhasil selamat. Perjalanan keluarga itu ke Madrid untuk menonton pertunjukan musikal The Lion King berubah menjadi tragedi dalam perjalanan pulang.

“Saudara saya sudah dilepas dari alat bantu pernapasan. Ia mengatakan hidupnya adalah sebuah keajaiban. Ia harus mengeluarkan anak-anak melalui jendela,” kata Sáez kepada televisi nasional TVE. “Ia juga meminta saya menceritakan kisah ibu kami, betapa baiknya dia.”

Korban selamat lainnya, Emil Jonsson, warga negara Swedia yang tinggal di Malaga, mengatakan kecelakaan terjadi dalam hitungan detik. “Mungkin hanya dua atau tiga detik, dan semuanya hancur,” ujar Jonson kepada wartawan sambil duduk di kursi roda akibat memar di tulang rusuk dan punggung.

Dalam kecelakaan tersebut, seorang anak perempuan berusia enam tahun dilaporkan selamat tanpa luka serius, meski kedua orang tuanya, saudara laki-lakinya, dan sepupunya meninggal dunia. Wali kota asal korban menyebut keselamatannya sebagai sebuah keajaiban. Kecelakaan Skala Nasional Benturan keras membuat dua gerbong pertama kereta kedua yang membawa 184 penumpang terlepas dari rel dan terjun ke lereng setinggi empat meter, menurut Presiden wilayah Andalusia Juanma Moreno. Beberapa jasad ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi kecelakaan.

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan penyebab kecelakaan masih diselidiki dan menyebut peristiwa tersebut tidak biasa karena terjadi di jalur lurus dan kedua kereta tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Ia menyatakan petugas menemukan bagian rel yang rusak, namun belum dapat dipastikan apakah itu penyebab atau akibat kecelakaan.

“Saat ini semua hipotesis masih terbuka,” kata Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska, seraya menyebut rel dan roda kereta akan dianalisis di laboratorium.

Kereta yang pertama kali anjlok dioperasikan perusahaan swasta Iryo, sementara kereta kedua dioperasikan perusahaan publik Renfe. Iryo menyatakan keretanya diproduksi pada 2022 dan telah lulus pemeriksaan keselamatan pada 15 Januari. Renfe menegaskan kedua kereta melaju jauh di bawah batas kecepatan 250 kilometer per jam.

Kecelakaan tersebut mengguncang Spanyol, negara yang dikenal memiliki jaringan kereta cepat terpanjang di Eropa. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia mengunjungi lokasi kecelakaan serta rumah sakit di Cordoba tempat korban dirawat.

Sementara itu, layanan kereta cepat dari Madrid ke Sevilla dan Malaga kembali beroperasi pada Selasa, meski sebagian perjalanan masih harus dilanjutkan dengan bus. Pemerintah memperkirakan layanan normal baru akan pulih pada awal Februari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Penerima Manfaat Sentra Kemensos Hasilkan 50 Karya Batik Ciprat
• 17 jam laludetik.com
thumb
R&D hingga Lokalisasi Jadi Kunci, Ini Strategi Sailun Garap Pasar Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Terduga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar, Dokpol Kerahkan Tim Identifikasi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan Komisi III: RUU Perampasan Aset Perbaiki Sistem Hukum yang Masih Lemah
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
BKSDA Yogya Cek Laporan Jejak Satwa Misterius di Gunungkidul, Benarkah Macan?
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.