Banyak orang mengira hormon pertumbuhan hanya berperan penting pada masa anak-anak. Padahal, hormon ini tetap memiliki fungsi vital hingga usia dewasa. Ketika hormon pertumbuhan (growth hormone) menurun, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga fungsi seksual, lho.
Dokter Spesialis Andrologi, Seksologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, mengungkapkan bahwa kondisi ini sering terjadi tanpa disadari dan kerap dianggap sebagai bagian alami dari penuaan.
Menurutnya, hormon pertumbuhan berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh, kekuatan otot, kepadatan tulang, hingga keseimbangan emosi. Ketika hormon ini berkurang, tubuh akan menunjukkan sejumlah tanda yang sering kali tidak disadari sebagai masalah hormonal.
Dampak Penurunan Hormon Pertumbuhan pada Orang Dewasa-Gejala Fisik yang Muncul
Salah satu dampak awal yang sering terjadi adalah gangguan gula darah, yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, tubuh menjadi lebih mudah mengalami kegemukan.
“Jadi massa otot juga berkurang, tenaga berkurang, kemampuan olahraga berkurang, energi berkurang, cepat capek,” ujarnya dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).
Penurunan hormon pertumbuhan juga berdampak pada kesehatan tulang, menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh (osteoporosis). Dari sisi kulit, perubahan yang terjadi yakni menjadi lebih tipis, kering, dan terasa dingin.
-Dampak Psikologis dan Sosial
Tidak hanya fisik, kondisi ini juga memengaruhi kesehatan mental. Prof. Wimpie menyebut, adanya kecenderungan social isolation atau mengisolasi diri dari lingkungan sosial, yaitu seseorang menjadi enggan berkumpul dengan banyak orang dan lebih memilih menyendiri. Selain itu, dapat muncul depresi dan kecemasan, yang semakin menurunkan kualitas hidup.
“Kolesterol lemaknya, fungsi jantung terganggu, fungsi seksual atau gangguan fungsi seksual,” imbuh Prof. Wimpie.
-Gangguan Fungsi Seksual Bukan Sekadar Masalah Seks
dr. Wimpie menyebut, gangguan fungsi seksual ini jadi salah satu dampak yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, fungsi seksual bukan hanya soal aktivitas seksual semata, tetapi merupakan indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sebagai contoh, diabetes dapat menyebabkan gangguan ereksi pada pria, sementara pada perempuan bisa menimbulkan kekeringan vagina.
“Kolesterol tinggi juga seperti itu. Penyakit-penyakit lain, hormon berkurang apalagi. Jadi kalau kita bicara seks tuh jangan tabu nih, nggak. Yang ingin kita bahas itu, apa dibalik gangguan seks itu,” tegasnya.
Dikutip Healthline, Dalam proses pertumbuhan, HGH (Human Growth Hormone) berperan dengan merangsang sel-sel tertentu pada tulang dan tulang rawan untuk membelah dan berkembang, terutama selama masa pubertas, sehingga tubuh dapat bertambah tinggi.
Hormon pertumbuhan dibutuhkan untuk menambah tinggi badan hingga tulang berhenti tumbuh (sekitar usia 18–25 tahun), dan setelah itu tetap berperan seumur hidup dalam menjaga metabolisme, massa otot, serta kesehatan tubuh meskipun kadarnya menurun.
Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk mencegah atau meminimalisir penurunan growth hormone:1. Mengurangi lemak tubuh
Mereka yang memiliki kadar lemak perut lebih tinggi mungkin mengalami gangguan produksi HGH dan peningkatan risiko penyakit.
Mengurangi kelebihan lemak tubuh terutama di sekitar perut Anda dapat membantu mengoptimalkan kadar HGH dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
2. Puasa Intermiten
Studi menunjukkan bahwa puasa menyebabkan peningkatan besar pada kadar HGH. Menariknya, sebuah studi terbaru pada 47 orang menemukan bahwa kadar HGH meningkat lima kali lipat selama puasa 24 jam.
Puasa dapat meningkatkan kadar HGH, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk puasa yang lebih singkat, yaitu 12–16 jam.
3. Kurangi asupan gula
Peningkatan insulin dapat mengubah ekspresi neuron yang melepaskan HGH. Menurut sebuah studi lama pada orang dengan obesitas, kadar insulin yang tinggi dapat mengurangi kadar hormon pertumbuhan.
Mengonsumsi karbohidrat olahan dan gula dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar insulin, yang dapat mengubah produksi HGH. Oleh karena itu, usahakan untuk mengonsumsi makanan seimbang dan batasi asupan karbohidrat olahan dan gula tambahan Anda.
4. Cobalah olahraga aerobik
Olahraga dapat meningkatkan kadar HGH. Besarnya peningkatan ini bergantung pada jenis dan intensitas olahraga, serta tingkat kebugaran kardiorespirasi Anda
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa olahraga intensitas tinggi dapat meningkatkan kadar HGH. Namun, jenis olahraga lain, termasuk olahraga intensitas sedang, juga dapat bermanfaat.
5. Optimalkan tidur Anda
HGH dilepaskan secara bertahap saat Anda tidur. Denyut ini didasarkan pada jam internal tubuh Anda atau ritme sirkadian. Studi telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengurangi jumlah HGH yang diproduksi tubuh Anda.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F20%2Fd81620d9-52d9-4509-9de4-75e340138456.jpg)


