Sabam Sinaga Soroti Pentingnya Tindak Lanjut Data TKA dan Penanganan Sekolah Pascabencana

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sabam Sinaga, memberikan sejumlah catatan dan masukan kepada Rapat Kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti. Sabam menyoroti perlunya data yang lebih rinci dan tindak lanjut konkret terhadap beberapa program prioritas.

Pertama, Sabam mengapresiasi capaian Kemendikdasmen termasuk keberhasilan dalam Indeks Kualitas Sistem Sekolah (IKSS). Namun, ia meminta data yang lebih detail.

BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin Usaha 28 Perusahaan Buntut Bencana Sumatra

"Saya lihat cukup lumayan bagus, hanya saja perlu ada semacam gambaran detail per provinsi sehingga kita tahu wilayah-wilayah mana sih sebenarnya yang IKSS-nya itu rendah," ujarnya dalam Raker di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).

Sabam menekankan bahwa data per provinsi akan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat sasaran, karena tidak mungkin sentuhan yang sama diberlakukan untuk daerah dengan capaian rendah dan tinggi.

BACA JUGA: Pemerintah Fokus Tangani Pemulihan Bencana di 17 Wilayah di Sumatra

Hal serupa ia sampaikan terkait hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA). Sabam menyatakan bahwa hasil TKA pasti berbeda antarprovinsi dan seharusnya tidak hanya menjadi alat pemotretan.

"Sebaiknya menurut kami Pak Menteri, ada semacam tindak lanjut dari gambaran dari TKA ini, tidak hanya memotret," katanya.

Sabam berharap TKA dapat menjadi instrumen untuk memetakan potensi akademik siswa guna merancang perbaikan yang lebih jitu. "Kita berharap minimal 11-12 seluruh potensi TKA di setiap provinsi. 38 provinsi kita yang kita miliki di Indonesia ini, saya yakin TKA-nya itu berbeda-beda," tambah Sinaga.

Kedua, Ketum Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (PERKUPI) ini menyoroti penanganan pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Sabam menyebutkan lebih dari seribu sekolah mengalami kerusakan dan meminta penjelasan timeline pemulihan.

"Kami belum dijelaskan secara rinci kira-kira proses timeline pelaksanaan, pemulihan ataupun katakanlah revitalisasi, kira-kira kapan kita akan mulai," tanyanya.

Sabam mengingatkan agar proses belajar mengajar di daerah terdampak dapat segera kembali normal.

Sabam juga menyayangkan data dampak bencana yang baru menyajikan kondisi di Aceh. "Sumatera Utara belum kelihatan, Sumatera Barat juga belum kelihatan. Kami berharap Pak Menteri agar itu juga bisa tersajikan dengan baik," pinta legislator asal Sumatera Utara tersebut.

Sabam menekankan bahwa dampak bencana sangat luas, termasuk pada sosial ekonomi dan perpindahan tempat tinggal warga, sehingga perlu pemikiran dan tindakan khusus dari pemerintah.

Terakhir, Sabam menyampaikan harapan agar DPR dilibatkan dalam proses tanggap darurat di lokasi bencana. "Jadi, kami berharap untuk ke depannya ada semacam kerja sama yang baiklah dalam seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh mitra di lokasi terdampak seperti itu," pungkasnya. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Terima Laporan Iran Siap Menyerang Pangkalan AS, Washington Peringatkan: Jangan Bermain-main dengan Trump
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
KPK Akui Sempat Kesulitan saat OTT Bupati Pati Sudewo
• 16 jam laludetik.com
thumb
Bukan Hak Cipta, Ini yang Dinilai Anang Hermansyah Kurang Lindungi Industri Musik Indonesia
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Pemkot Makassar gandeng Yokohama Jepang menuju kota nol karbon
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Garis Batas dengan Malaysia di Pulau Sebatik Digeser, Luas RI Berkurang 6,1 Ha
• 10 detik lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.