Menhaj Lapor Persiapan Haji ke Komisi VIII: Biaya Makan Turun-PPIH TNI-Polri

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menterinya Dahnil Anzar Simanjuntak datang ke Komisi VIII DPR RI pada Rabu (21/1). Mereka melaporkan progres persiapan haji 2026.

Berbagai persiapan mereka paparkan, seperti kesiapan konsumsi, kesiapan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH), penerbitan visa jemaah, hingga kesiapan penerbangan. Berikut adalah rangkumannya.

Biaya Makanan Haji Dikurangi

Dahnil menjelaskan, biaya konsumsi per jemaah turun pada tahun 2026 ini. Dari semula 40 riyal per jemaah menjadi 36 riyal. Namun, ia memastikan gramasi dari makanan itu justru bertambah.

“Nah, konsumsi itu memang mengalami penurunan harga dari 40 riyal menjadi 36 riyal, tapi gramasinya itu mengalami kenaikan,” jelas Dahnil.

“Jadi, gramasi dari apa tadi disebut kan Pak Menteri, dari nasi misalnya tadinya 150-an jadi 170, termasuk lauk. Tapi di luar itu yang menjadi diskursus kami itu adalah, ini dan perlu kami diskusikan dengan Bapak Ibu di Komisi VIII, dari konsumsi itu kami melakukan efisiensi lebih dari Rp 123 miliar dari total biaya yang harusnya kita alokasikan untuk konsumsi,” tambahnya.

Dari total gramasi makanan itu, Dahnil mengatakan gramasi sayuran diturunkan berdasarkan usulan dari ahli gizi.

“Sayur itu memang dari tahun lalu itu 80 gram, tahun ini turun jadi 75. Itu berdasarkan usulan dari ahli gizi. Ahli gizi menyebutkan yang harusnya dinaikkan itu adalah, lauk, lauk protein dalam hal ini dan sayur-mayur atau buah itu diturunkan 5 gram,” ucap Dahnil.

“Ini terkait dengan proporsionalitas dari komposisi gizi masing-masing, begitu Pak Wahid. Karena pasti apa namanya, berhubungan langsung dengan harga dan sebagainya,” tambahnya.

Dahnil menilai, nantinya yang harus dipastikan adalah pemantauan kesesuaian gramasi makanan tersebut.

“Memang PR kami adalah memastikan itu bersesuaian nanti di lapangan dan itu juga nanti kami mohon bantuan dari Bapak Ibu pengawas,” ucap Dahnil.

Tambah PPIH dari TNI-Polri

Sementara, Menteri Irfan menyebut dalam penyelenggaraan haji 2026, jumlah PPIH dari TNI Polri bertambah dibandingkan tahun lalu.

“Kemudian dari TNI-Polri, tahun kemarin 75, sekarang ini 183, ada penambahan 100% lebih. Mayoritas di linjam (perlindungan jemaah), tapi juga ada beberapa yang terkait dengan kesehatan, layanan lansia, dan lain sebagainya,” ucap Irfan.

Persiapan Visa

Selain itu, Irfan melaporkan 53 persen jemaah sudah diterbitkan visanya.

“Data yang masuk per 19 Januari 2026 mencapai 53%. Sisa dari dokumen yang harus diproses akan dilaksanakan secara bertahap sebelum tenggat waktu input data yaitu pada tanggal 8 Februari 2026,” ucap Irfan.

Kesiapan Petugas Haji

Irfan melaporkan bahwa petugas haji Arab Saudi dan embarkasi sudah menjalani pelatihan. Tujuannya agar para petugas memiliki profesionalitas.

“Untuk melatih calon fasilitator petugas haji tahun 2026 agar profesional dalam melayani jemaah meliputi pembinaan SDM, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan kompetensi pelayan tanah suci, Kementerian Haji dan Umrah telah melaksanakan training of trainer fasilitator PPIH Arab Saudi dan PPIH Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gede selama 4 hari tanggal 5 sampai dengan 8 Januari,” jelas Irfan.

Kini, pelatihan masih dilanjutkan untuk beberapa petugas haji Arab Saudi. Pelatihan dibuat semi militer.

“Adapun saat ini sedang berlangsung pendidikan dan pelatihan diklat PPIH Arab Saudi yang diikuti oleh 1.636 calon petugas haji di Asrama Pondok Gede Jakarta,” ucap Irfan.

“Diklat ini dirancang secara semi-militer dan berlangsung dalam dua tahap yaitu sesi luring tanggal 10 sampai dengan 30 Januari dan sesi daring mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Februari,” tambahnya.

Irfan menjelaskan, pelatihan dibuat semi militer agar para petugas haji di Arab Saudi memiliki kesiapan fisik.

“Kenapa kita lakukan secara semi-militer karena kita memerlukan mereka fisik siap, kita memerlukan disiplin mereka siap, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita,” ucap Irfan.

Petugas Haji Terinput Nusuk Masar

Irfan menyebut sebanyak 99,1 persen petugas haji sudah terdaftar di platform Nusuk Masar.

“Perlu kami sampaikan bahwa per 20 Januari 2026 sebanyak 4.377 dari 4.418 atau 99,1% data petugas sudah diinput di platform Nusuk Masar,” ucap Irfan.

Kesiapan Penerbangan

Irfan melaporkan ke Komisi VIII DPR bahwa kesiapan penerbangan sudah sampai tahap penandatanganan kontrak.

“Maskapai Garuda telah melakukan kontrak pada tanggal 17 Desember 2025, maskapai Saudi pada tanggal 23 Desember 2025 dengan pembagian sebagai berikut: Garuda melayani jemaah haji Banjarmasin, Kualanamu, Padang, Solo, Jogja, Balikpapan, Ujung Pandang, Lombok, dan BTN Banten dan sebagian Jakarta Cengkareng,” jelas Irfan.

“Saudi Arabian Airlines melayani BTH, JKS, KJT, PLM (Palembang), Surabaya dan sebagian Jakarta Cengkareng,” tambahnya.

Persiapan Dana

Lebih lanjut, Irfan menyebut biaya operasional haji telah ditransfer sejumlah 63,8 persen dari BPKH.

“Penyiapan biaya operasional ibadah haji. Jumlah dana ditransfer oleh BPKH sejumlah Rp 11.574.420.950.436 atau sebesar 63,8% dari jumlah permintaan BPIH tahun 2026 sebesar 18 triliun 215 miliar 355 juta 689 ribu 936 rupiah,” ucap Irfan.

Dari jumlah tersebut, beberapa sudah ditransferkan ke Arab Saudi untuk persiapan sarana dan prasarana haji.

“Pemerintah telah melakukan transfer untuk pembayaran tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian hotel, konsumsi, transportasi sebesar 2.254.320.260 Saudi Riyal dan tenggat waktu pembayarannya 20 Januari 2026 kemarin,” ucap Irfan.

Kesiapan Sarana dan Prasarana

Irfan menjelaskan, persiapan di Arab Saudi telah dilakukan sejak 27 November 2025, meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

“Adapun progresnya sebagai berikut: akomodasi hotel yang digunakan untuk jemaah haji reguler di Makkah sebanyak 178 hotel yang tersebar dalam wilayah Misfalah 29,56%, Syisyah 27,20%, Raudhah 22,60%, Jarwal 10,30%, dan lainnya 10,30%,” jelas Irfan.

“Sementara di Madinah ada 3 wilayah: Markaziyah Shamaliyah 49,67%, Markaziyah Gharbiyah 36,72%, dan Markaziyah Janubiyah 13,61%,” tambahnya.

Pembagian makanan pun telah dipersiapkan.

“Konsumsi yang akan diterima oleh jemaah haji selama berada di Makkah maksimal 84 kali makan dengan rincian 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah dan akan dilayani oleh 52 dapur. Sementara untuk di Madinah jemaah haji akan dilayani oleh 23 dapur dengan maksimal 27 kali makan,” ucap Irfan.

“Adapun progres penyediaan konsumsi bagi jemaah haji telah masuk dalam proses input dan pembayaran, sementara progres untuk manual untuk 52 dapur Makkah dan 23 Madinah telah selesai dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara, untuk transportasi di Arab Saydi, Irfan menyebut layanan terbagi ke tiga layanan.

“Transportasi bagi jemaah haji terbagi dalam tiga layanan: bus antarkota angkutan perhajian melayani jemaah haji dengan rute hotel Madinah ke hotel Makkah, hotel Makkah ke hotel Madinah, hotel Makkah ke Bandara KAIA, dan hotel Madinah ke Bandara AMAA,” ucap Irfan.

Kemenhaj juga telah menyiapkan bus layanan Masyair dengan rute penjemputan jemaah haji dari hotel ke Arafah dan Taraddudi.

“Bus Sholawat terdapat 45 unit bus Sholawat yang untuk disabilitas dan disiapkan fasilitas penunjang di setiap terminal berupa rumah kontainer yang berfungsi untuk layanan operasional, posko, dan layanan kedaruratan jemaah sakit di tempat seperti Syeb Amir di Syarikah Hafil,” ucap Irfan.

“Kemudian Jabal Ka'bah oleh Syarikah Rawahil, dan Ajyad oleh Syarikah Dallah. Proses penyediaan layanan transportasi saat ini sudah selesai dengan 15 perusahaan bus,” tambahnya.

Terakhir, Irfan mengatakan, jemaah haji Indonesia akan dibagi ke dua syarikah.

“Al-Bayt Guests meliputi Batam, Padang, Jakarta Pondok Gede, Jogja, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, dan Lombok. Sementara Rawafid Al-Haj akan melayani Aceh, Medan, Palembang, Jakarta Bekasi, Jakarta Banten, Kertajati, Solo, dan Makassar,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Ancang-ancang Terapkan Sistem Gaji Tunggal Tahun 2026, Ini Keuntungannya Bagi ASN dan Pensiunan
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Pandemi Covid-19 Hantam Pedagang Pasar Cipadu: Omzet Merosot, Aset Terkikis
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Komunikasi Empatik pada Pelayanan Gereja di Era Informasi Digital
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Tetangga RI Darurat Hiu, 4 Orang Diterkam dalam 48 Jam Terakhir
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemnaker Akan Tindak Lanjut Perusahaan yang Putus Kontrak Sepihak Peserta Magang
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.