Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa mendapatkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari berjualan token listrik hingga Rp 2 juta.
Darmawan mengatakan, dukungan PLN terhadap seluruh 80.000 KDMP meliputi listrik yang andal, hingga program unggulan yakni menghadirkan transaksi pembayaran dan pembelian token listrik melalui platform WhatsApp agen KDMP.
"Kami membuat platform pembayaran di mana agen-agen Koperasi Desa Merah putih bisa mendatangi rumah-rumah dan langsung mereka membayar listrik di rumahnya masing-masing, karena menggunakan platform di mana agen Koperasi Desa Merah Putih hanya cukup menggunakan platform WhatsApp yang tersambung pada server pembayaran," jelasnya saat RDP Komisi VI DPR, Rabu (21/1).
Dia menghitung setiap KDMP berada di wilayah dengan rata-rata 5.000-8.000 rumah tangga. Dengan biaya transaksi yang bisa didapatkan KDMP sebesar Rp 2.000 per transaksi, maka pendapatan yang bisa dikantongi mencapai Rp 2 juta.
"Setiap ada transaksi pembayaran ada transaksi cost sekitar Rp 2.000 dan ini menjadi penghasilan Koperasi Desa Merah Putih, jadi kalau ada 1.000 rumah itu artinya per bulan ada sekitar Rp 2.000.000 yang menjadi recurrent income," ungkap Darmawan.
"Tentu saja rata-rata di setiap Koperasi Desa Merah Putih itu wilayahnya ada sekitar 5.000 sampai 8.000 rumah, artinya akan ada recurrent income yang menjadi biaya operasional," imbuhnya.
Darmawan menjelaskan, platform tersebut sudah didesain secara spesifik dan tidak bisa digunakan selain oleh agen KDMP. Dia berharap masyarakat bisa lebih mudah membayar token listrik dengan kemitraan tersebut.
"Sudah kami luncurkan dan berjalan dengan baik, tentu saja ini perlu kami analisis sucess story-nya seperti apa tantangannya seperti apa dan bagaimana ke depannya bisa skill things up di tingkat nasional," jelasnya.
Selain itu, PLN juga membangun kolaborasi dengan jaringan KDMP untuk memasok biomasa untuk kebutuhan co-firing pembangkit perusahaan. Potensi kerja sama lainnya adalah penanaman pohon di tanah kering yang bisa digunakan untuk biomassa.
"Kami berkolaborasi dengan koperasi desa merah putih menjadi bagian rantai pasok untuk biomassa, kami melakukan co-firing untuk pembangkit-pembangkit kami baik itu dari limbah sawit kemudian juga limbah penggergajian kayu," kata Darmawan.





