Pentagon Ungkap Rencana Ekspansi China di Taiwan hingga Senkaku: Beijing Diam Tanda Setuju

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Sikap diam Beijing terhadap laporan Pentagon yang menyebut Taiwan, Kepulauan Senkaku, dan Arunachal Pradesh sebagai kepentingan inti Tiongkok dapat dibaca sebagai bentuk persetujuan tersirat atas penilaian Departemen Perang AS tersebut. Sejumlah langkah Tiongkok belakangan ini justru semakin menegaskan akurasi penilaian Pentagon itu.

Tiongkok memang dengan cepat membantah bagian laporan Pentagon yang menyatakan bahwa Beijing berupaya menghambat perbaikan hubungan India–AS. Namun, keheningan Beijing terhadap bagian lain yang menyinggung kepentingan inti Tiongkok justru menjadi poin krusial.

Baca Juga :
China Sudah Pekerjakan Robot di Mana-mana, Pekerja Manusia Mulai Tersisih?
Begini Rasanya Jajal Yangwang U9, Supercar yang Pernah Bikin Heboh IShowSpeed

Manuver agresif angkatan bersenjata Tiongkok di sekitar Taiwan, ancaman terhadap Jepang, serta klaim berulang bahwa Arunachal Pradesh merupakan wilayah Tiongkok seharusnya menjadi peringatan serius bagi negara-negara yang menjadi sasaran kebijakan agresif Beijing.

"China kemungkinan berupaya memanfaatkan penurunan ketegangan di sepanjang Garis Kontrol Aktual dengan India untuk menstabilkan hubungan bilateral dan mencegah semakin dalamnya hubungan AS-India," demikian pernyataan Departemen Perang AS kepada Kongres AS dalam laporannya tentang 'Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China 2025'.

Penilaian tersebut merupakan bagian dari kajian yang lebih luas mengenai kebijakan pertahanan dan strategi regional Tiongkok. Karena itu, tidak mengejutkan jika Beijing menolak tudingan bahwa mereka memanfaatkan pelonggaran ketegangan perbatasan dengan India untuk menghambat pertumbuhan hubungan AS–India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, memang membantah satu bagian laporan Departemen Perang AS. Namun, ia memilih bungkam terkait bagian lain yang menyebut tiga "kepentingan inti" Tiongkok.

Menurut laporan Pentagon, kepentingan inti tersebut mencakup kendali Partai Komunis Tiongkok, dorongan pembangunan ekonomi nasional, serta perluasan kedaulatan dan klaim teritorial.

"Kepemimpinan Tiongkok telah memperluas istilah 'kepentingan inti' untuk mencakup Taiwan dan klaim kedaulatan Tiongkok serta sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, Kepulauan Senkaku, dan negara bagian Arunachal Pradesh di timur laut India," demikian isi laporan Pentagon.

Tidak adanya bantahan dari otoritas Tiongkok atas pernyataan-pernyataan tersebut dapat dipahami sebagai pengakuan implisit bahwa klaim AS memiliki dasar. Hal ini sekaligus memperlihatkan kecenderungan ekspansionis dalam kebijakan kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok.

Baca Juga :
Shift Up Resmi Umumkan Stellar Blade 2 Sedang Dikembangkan, Intip Tanggal Rilisnya di Sini!
Mobil Listrik Digeber 24 Jam, Begini Hasilnya
BYD Ubah Museum Jadi Pengalaman Interaktif

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa Manusia Kembali ke Bulan?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Link dan Cara Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 tanpa Paklaring Lewat HP, Wajib Bawa Dokumen Ini!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Jadwal M7 Mobile Legends World Championship Hari Ini: Alter Ego Main
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Polytron Siapkan SUV Listrik Baru, Meluncur Sebentar Lagi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
• 4 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.