Usai insentif untuk battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik berhenti pada 31 Desember 2025 lalu, sejumlah pabrikan yang didominasi asal Tiongkok didesak untuk melakukan lokalisasi dan memenuhi syarat kandungan lokal.
Passenger Car Radial (PCR) & Truck/Bus Radial (TBR) Director Sailun Indonesia, Eko Supriyatin menilai kondisi ini membuka peluang besar bagi industri ban. Pasalnya, ban merupakan salah satu komponen dengan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN.
“Peluang yang sangat bagus. Karena masuknya ban berkontribusi lumayan besar terhadap TKDN pabrikan mobil. Jadi peluang besar untuk Sailun masuk di sana,” buka Eko di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (18/1/2026).
Sebelumnya, pemerintah dalam upaya percepatan ekosistem electric vehicle (EV) menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang pemberian insentif fiskal bagi para produsen yang melakukan importasi, namun disertai komitmen lokalisasi.
Aturan ini berisi relaksasi bea masuk ditanggung pemerintah menjadi 0 persen, Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) menjadi 0 persen, serta subsidi PPN sebesar 10 persen menjadi 1 persen.
Untuk mendapatkan keringanan tersebut, produsen peserta program wajib berinvestasi dan memenuhi komitmen produksi lokal mulai 1 Januari 2026.
Tercipta ekosistem manufakturMenurutnya, efek domino akan langsung bersambut. Sailun memiliki pabrik yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah, sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal. Artinya, akan berpengaruh ke pemasok bahan baku, seperti karet serta kawat baja.
“Berdirinya Sailun di Indonesia juga akan memberikan peluang bisnis bersama terhadap penyuplai bahan baku,” sambungnya.
Pada fase awal produksi di Tanah Air, Sailun telah mengkonfirmasi akan menyuplai kebutuhan original equipment (OE) untuk VinFast mulai Februari 2036 mendatang dan siap diikuti Chery. BYD pun tidak menutup kemungkinan, lantaran sudah menggunakan Sailun sebagai OE untuk pasar China.
Kata Eko, proses untuk menjadi pemasok komponen produsen mobil tidak mudah. Perlu melakukan audit hingga memenuhi berbagai kriteria yang diaplikasikan oleh pabrikan
“Kalau dengan pabrik mobil itu masuknya OE dan tidak mudah, mereka ada prosedur-prosedurnya. Mulai dari masalah chemical aspect, production aspect, supply aspect semuanya harus komplit dulu,” pungkasnya.
Pabrik Sailun di IndonesiaPT Sailun Manufacturing Indonesia telah memulai produksi lokal ban merek Sailun di Tanah Air sejak pertengahan tahun 2025 lalu, dengan nilai investasi menyentuh USD 251 juta atau setara Rp 3,9 triliun.
Fasilitas produksi yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS), Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini merakit berbagai jenis ban. Mulai dari PCR, TBR, offroad tire radial (OTR), ban dalam, dan flap.
Saat ini, kapasitas produksi yang tersedia mencapai 3 juta unit ban mobil penumpang, 600 ribu ban truk dan bus, serta 37 ribu ton ban offroad. Lokalisasi ragam jenis ban ini bertujuan untuk memberikan portofolio produk yang lengkap di pasar domestik.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4843315/original/041301600_1716764000-20240526_123544.jpg)
