HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA–Warga pedalaman Gowa dan Sinjai, mesti bersabar. Pemprov Sulsel belum mengerjakan jalan rusak parah itu dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menyampaikan pada paket I proyek penanganan ruas jalan menyasar di sepanjang 300 km jalan dari Kota Makassar hingga Bulukumba dan Sinjai. Sepanjang ruas itu akan memprioritaskan ruas yang rusak dan perlu pebaikan segera.
Termasuk ruas pascabencana di Gowa. Salah satu yang sering viral adalah Tombongi, Kecamatan Parangloe. Jalan provinsi selalu tergenang karena tak ada drainase pembuangan, sehingga kerap macet parah.
“Secara teknis yang longsor itu nanti kita lihat. Karena dalam siklus penanganan jalan itu untuk perlakuan penanganan apa saja. Tapi kalau ada longsor pasti dibenahi juga, karena bagaimana mau diperbaiki jalan kalau rusak juga, pasti dibenahi,” kata Ihsan, pekan lalu.
Ihsan juga mengutarakan bahwa pengerjaan jalan akan dilakukan bertahap. Penanganan jalan menggunakan metode design and build. Saat ini masih fokus pada ruas Jl Hertasning dan sekitarnya.
Perlu waktu untuk mobilisasi alat konstruksi. Namun, ia tidak menampik bahwa pengerjaan tidak mutlak berderat dari Makassar menuju Sinjai. Bisa langsung menangani ruas di perbatasan Gowa-Sinjai, bergantung dari hasil evaluasi dari pemantauan kontraktor dan ketersediaan desainnya.
“Jadi mana yang mendesak di ruas paket I itu dikerjakan. Karena tidak bisa kita juga selalu bersamaan. Kan design and build, direncanakan dulu baru dikerjakan,” pungkasnya. (uca/zuk)





