Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai melunak soal Greenland. Ia batal memberlakukan tambahan tarif 10% kepada sekutu Eropa yang tidak menyetujui upaya pengambilalihan Greenland.
Hal ini disampaikan Trump usai ia bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di sela-sela acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (21/1). Trump mengatakan dirinya bersepakat membentuk kerangka kesepakatan masa depan Greenland.
"Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan akan berlaku pada tanggal 1 Februari," kata Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social, Kamis (22/1) dikutip dari ABC.
Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih detail kerangka kerja sama yang dimaksud. Dalam sebuah sesi wawancara, Trump juga tak menjelaskan lebih merinci soal ini.
"Itu berkaitan dengan keamanan, keamanan yang hebat, keamanan yang kuat dan hal-hal lainnya," kata Trump dalam wawancaranya dengan CNBC.
Saat berbicara di WEF, Davos, Swiss, Trump menolak penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland. Meski demikian, ia mengatakanb bahwa AS ingin bernegosiasi terkait pulau yang dimiliki Denmark itu.
"Yang kami minta hanyalah mendapatkan Greenland, termasuk hak, kepemilikan, dan hak milik, karena Anda membutuhkan kepemilikan untuk mempertahankannya," kata dia.
Sebelumnya, Trump akan memberikan tarif impor tambahan sebesar 10% pada delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026, karena dinilai menghalangi niat AS menguasai Greenland.
"Tarif tersebut akan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni dan akan berlanjut hingga kesepakatan tercapai agar AS membeli Greenland", tulis Trump pada Sabtu waktu setempat (18/1).




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480023/original/036108900_1769007094-1000753755.jpg)