Cuaca Ekstrem dan Jalur Terjal, Dompet Dhuafa Bersama Tim SAR Gabungan Terus Berjuang Cari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

fajar.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Memasuki hari keempat. Kamis, 22/01/2025 respons dari tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tim Rescue Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Cabang Sulsel bersama Tim SAR Gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban.

Pada laporan yang diterima, Senin (19/01/2026), fokus operasi saat itu masih berada di area puncak dan lereng curam yang sebelumnya telah ditemukan puing-puing pesawat dan paket. Kondisi di lapangan, dikatakan, masih sering berubah yang berdampak terhadap kelancaran proses operasi pencarian dan evakuasi.

“Tim Dompet Dhuafa Sulsel yang tergabung dalam Tim Search and Rescue Unit (SRU) 1, melaksanakan pencarian di Puncak Gunung Bulusaraung dengan kondisi medan sangat curam, cuaca berkabut tebal, jarak pandang 5–10 meter, disertai angin kencang dan hujan lebat hingga kedalaman area pencarian sekitar 350 meter, sehingga berdampak pada jarak pandang dan keselamatan personel,” bunyi laporan respons dari Tim DMC Dompet Dhuafa Sulsel.

Pada proses pencarian dan evakuasi hari sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga telah menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Pencarian dilakukan dengan metode rappelling. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban dengan titik koordinat 04°55’50.69″ S 119°44’48.29″ E. Proses evakuasi belum dapat dilaksanakan karena kendala cuaca ekstrem. Evakuasi direncanakan dilanjutkan besok pagi apabila kondisi memungkinkan,” sambung laporan tersebut.

Selain melakukan proses pencarian dan evakuasi, Tim DMC Dompet Dhuafa Sulsel juga memberikan dukungan layanan kesehatan kepada personel SAR Gabungan yang mengalami luka ringan saat proses pencarian. Penanganan personel Tim SAR yang mengalami lecet ringan selama operasi, langsung diberikan penanganan awal oleh tim medis berupa pembersihan luka dan pemberian salep, hingga pemberian vitamin kepada Tim SAR yang membutuhkan.

Operasi pencarian dan evakuasi ini, Tim DMC Dompet Dhuafa Sulsel juga telah mengerahkan beberapa personel untuk rescue. Selain itu, terdapat pula unit ambulans serta logistik yang telah disediakan seperti tenda dan sepeda motor untuk mobilisasi.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak di wilayah Pegunungan Bulusaraung saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/01) siang. Dari situ, Tim Dompet Dhuafa Sulsel langsung merespons cepat dengan mengerahkan personel tim rescue beserta satu unit ambulans ke lokasi.

Hingga saat ini, Tim Dompet Dhuafa Sulsel bersama Tim SAR Gabungan masih terus berupaya melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil.(*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
CEO Microsoft AI: 5 Tahun Lagi, Semua Orang Punya Asisten AI yang Bantu Kerjaan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Kembali Kondusif, Presiden Pezeshkian Ancam Perang Skala Besar Jika Khamenei Diserang
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendikdasmen: Siswa Tak Ikut TKA Tetap Bisa Masuk Perguruan Tinggi Negeri
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Nusron Cabut Izin HGU PT SGC Seluas 86 Ribu Hektar di Lahan TNI AU
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
Raih 14 Emas, Indonesia Berada di Posisi Kedua Hari Pertama ASEAN Para Games
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.