Harga Saham Emiten Emas Turun Berjamaah usai Trump Tarik Ancaman soal Greenland

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Harga saham emiten-emiten industri emas rontok pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (22/1). Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menarik kembali ancamannya untuk menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar dalam upaya merebut Greenland dari Denmark. 

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara intraday hingga pukul 09.08 WIB, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) anjlok 5,17% atau 105 poin ke level Rp 1.925. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 3,04% atau 130 poin ke posisi Rp 4.140.

Adapun saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 5,12% atau 325 poin, sedangkan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melemah 3,85% atau 25 poin ke level Rp 625.

Di sisi lain, harga emas spot justru terpantau naik tipis 0,7% ke level US$ 4.793 per ons pada perdagangan Rabu (21/1) pukul 21.19 waktu New York. Secara bulanan, harga emas spot telah menguat 6,29%.

Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif sebagai alat negosiasi untuk menguasai Greenland. Trump juga menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan dan mengisyaratkan adanya kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dengan Denmark terkait wilayah tersebut. 

Langkah ini meredakan ketegangan geopolitik dan menekan permintaan aset safe haven, sehingga harga emas sempat turun 0,6%.

Saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Trump meredam retorika keras yang selama beberapa pekan terakhir mengguncang aliansi NATO dan memicu kekhawatiran perang dagang global. Sebelumnya, Trump mengancam akan menaikkan tarif impor dari delapan negara Eropa ke AS.

Namun, seusai bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Davos, Trump menyatakan negara-negara sekutu Barat di kawasan Arktik berpeluang mencapai kesepakatan baru terkait Greenland. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama pertahanan, termasuk sistem pertahanan rudal Golden Dome, serta akses terhadap mineral strategis, sekaligus membendung pengaruh Rusia dan China di wilayah Arktik.

“Ini adalah kesepakatan yang membuat semua orang sangat senang. Ini kesepakatan jangka panjang yang menempatkan semua pihak pada posisi yang sangat baik, terutama terkait keamanan dan mineral,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Kamis (22/1).

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut dirancang untuk berlaku dalam jangka waktu yang sangat panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gibran Sambangi Ponpes Cipasung, Tabarukan hingga Bicara AI Santri
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Begini Rasanya Pakai EV Mungil untuk Harian, Bukan Buat Ngebut
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Tangani Jutaan Orang per Tahun, Jumlah Pejabat Korup PKT Capai Rekor Tertinggi dalam 20 Tahun
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Seskab Teddy Sebut Kerja Sama Maritim dengan Inggris Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.