Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Pekalongan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu, 21 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.
Dalam peninjauan itu, Menhub menyampaikan keprihatinan atas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah karena berdampak pada aktivitas masyarakat serta kelancaran transportasi, khususnya operasional perkeretaapian.
“Kami prihatin atas banjir yang terjadi karena berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat dan layanan transportasi. Siang ini saya meninjau langsung beberapa titik jalur kereta yang masih tergenang. Sejumlah langkah sudah dilakukan dan penanganan lanjutan terus kami percepat,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Januari 2026.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian sejak awal kejadian telah melakukan koordinasi intensif bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), BMKG, pemerintah daerah, serta aparat terkait. Seluruh keputusan teknis operasional diambil secara cepat dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.
Saat ini, jalur kereta api yang terdampak banjir sudah kembali dapat dilalui dengan pengaturan khusus. Pembatasan kecepatan diberlakukan sebagai langkah preventif, yakni maksimal 40 kilometer per jam pada jalur hulu dan 30 kilometer per jam pada jalur hilir.
“Pembatasan kecepatan ini berdampak pada masih adanya keterlambatan perjalanan. Namun berdasarkan data KAI, sekitar 85 persen perjalanan kereta api sudah pulih dan beroperasi normal, sementara 15 persen lainnya masih mengalami keterlambatan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pada periode 16 hingga 19 Januari 2026 terdapat dua titik utama genangan air di wilayah Pekalongan. Kondisi tersebut menyebabkan sebanyak 124 perjalanan kereta api penumpang harus dibatalkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, PT KAI memberlakukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi seluruh penumpang terdampak pembatalan perjalanan.
“KAI memberikan refund penuh dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini proses pengembalian dana telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,”ungkap Bobby.
Selain pengembalian tiket, KAI juga melaksanakan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan, serta operation recovery guna memulihkan keandalan prasarana perkeretaapian.
Dalam penanganan darurat, KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter. Pekerjaan lanjutan juga akan dilakukan dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang sekitar 600 meter, termasuk penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.
Kementerian Perhubungan memastikan pemantauan kondisi jalur rel dan cuaca terus dilakukan selama 24 jam. Tim prasarana dan sarana perkeretaapian dikerahkan untuk mempercepat penurunan air, membersihkan material banjir, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rel, bantalan, dan jembatan.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Menhub turut didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono serta Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan.
Editor: Redaksi TVRINews





