Prospek Barito Pacific (BRPT) dari Ekspansi Energi Bersih dan Petrokimia

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Kinerja saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dinilai masih berpeluang naik seiring dengan ekspansi agresif dua entitas anaknya di sektor energi bersih dan petrokimia. Peluang ini muncul meskipun dalam beberapa bulan ke belakang harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut melandai. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BRPT pada perdagangan intraday Kamis (22/1) menjelang jeda makan siang ini tercatat terkoreksi tipis 0,35% atau 10 poin ke level 2.850. Namun, dalam tiga bulan terakhir saham BRPT turun cukup dalam 920 poin atau sekitar 24,27%. Saat ini, kapitalisasi pasar emiten Prajogo tersebut mencapai Rp 269,05 triliun.

Mengutip riset Henan Putihrai Sekuritas, kekuatan utama BRPT ditopang oleh dua anak usahanya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor energi bersih dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di industri petrokimia. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2025, BRPT menggenggam 64,67% dari total saham BREN. Sementara itu, kepemilikan BRPT di TPIA mencapai 34,63% secara langsung dan 3,92% secara tidak langsung.

BREN saat ini memiliki kapasitas terpasang energi terbarukan terbesar di Indonesia. Nilainya mencapai 965 megawatt (MW) pada 2024. Ke depan, grup ini menargetkan kapasitas terpasang mencapai sekitar 2,3 gigawatt (GW) pada 2032. Target tersebut terdiri atas sekitar 1,9 GW pembangkit panas bumi dan 0,4 GW energi angin.

Henan Putihrai menilai target tersebut realistis, karena ditopang oleh strategi ekspansi yang terdiversifikasi. Dalam jangka pendek, optimalisasi aset panas bumi yang ada diperkirakan menambah kapasitas sekitar 119 MW dalam tiga tahun ke depan.

Di saat yang sama, BREN mengembangkan proyek panas bumi baru berskala besar, seperti Hamiding di Maluku Utara dan Sekincau Selatan di Sumatra. Pengembangan energi angin melalui proyek Sidrap 2, Lombok, dan Sukabumi juga berpotensi menambah kapasitas secara signifikan.

Sementara itu, TPIA adalah produsen petrokimia terbesar di Indonesia. Saat ini kapasitas produksi tahunan TPIA sekitar 4,2 juta ton pada 2024, atau sekitar 40% dari total kapasitas nasional.

Pada semester pertama 2025, TPIA bersama Glencore menyelesaikan akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura yang kini berganti nama menjadi Aster Chemicals and Energy (ACE). Aksi korporasi ini meningkatkan total kapasitas produksi tahunan TPIA menjadi sekitar 20 juta ton mulai tahun 2025.

Selain itu, TPIA juga tengah mengembangkan pabrik Klor Alkali Etilen Diklorida (CA-EDC) di Cilegon yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Setelah mulai beroperasi pada 2027, total kapasitas produksi petrokimia TPIA diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 21 juta ton per tahun.

Target Harga Saham

Dengan topangan kuat dari BREN dan TPIA, Henan Putihrai memproyeksikan harga saham BRPT berpotensi naik hingga target harganya mencapai Rp 4.100. Sekuritas tersebut merekomendasikan akumulasi saham BRPT dengan potensi alpha sebesar 41,36% dibandingkan tolok ukur Prospek Pasar HPS 2026.

“BRPT merupakan konglomerat terdiversifikasi dengan dua pilar utama, yakni energi terbarukan dan petrokimia, yang menjadi motor pertumbuhan pendapatan dan kinerja grup,” tulis Henan Putihrai dalam risetnya, Kamis (22/1).

Dari sisi keuangan, Henan Putihrai menilai BRPT memasuki fase percepatan pertumbuhan yang signifikan. Sekuritas ini memperkirakan compound annual growth rate (CAGR) pendapatan sekitar 41,4% dan CAGR EBITDA sekitar 40,2% sepanjang periode 2024-2029 secara penuh.

Pendapatan konsolidasi diproyeksikan melonjak dari US$ 2,4 miliar pada tahun 2024 secara penuh menjadi US$ 13,5 miliar pada 2029 secara penuh. Ini didorong oleh konsolidasi penuh aset petrokimia serta meningkatnya kontribusi energi terbarukan.

Seiring dengan itu, EBITDA diperkirakan meningkat dari US$ 577 juta menjadi US$ 3,1 miliar. Hal ini mencerminkan leverage operasional yang kuat dan kualitas pendapatan yang semakin solid. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perempuan Tewas Setelah Tertemper Kereta di Stasiun Gondangdia, Ini Kata KAI
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sejumlah Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Direktur KPPOD: Persoalan Sistemik Struktural
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Geledah Kantor Money Changer terkait Korupsi Limbah Sawit
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serangan Israel Tewaskan Tiga Jurnalis Gaza, Termasuk Wartawan AFP
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Kembali Lelang Kapal Supertanker Muatan Minyak Mentah Rp 1,1 T
• 29 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.