Lubang Jalan Bertambah, Satker Lakukan Penanganan Darurat

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Lubang jalan terus bertambah. Penanganan cepat diperlukan. Penanganan ruas Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Urip Sumohardjo belum rampung. Kini, beberapa lubang bermunculan di Jl AP Pettarani.

Pada Selasa malam, 20 Januari 2026, sejumlah pengguna jalan yang melintas tampak berhati-hati. Sebanyak empat buah lubang yang saling berdekatan berada di depan Hotel Claro Makassar. Ruas jalan nasional Jl AP Pettarani merupakan ruas utama dalam kota yang memiliki Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi.

Masyarakat pun secara mandiri memasang tumpukan batu batako untuk menutupi lubang tersebut. Meskipun tidak bertahan lama karena kembali terbuka akibat lalu lintas yang padat dan hujan deras yang mengguyur membuat lubang ikut tergenang.

Kepala Satker PJN III BBPJN Sulsel Malik mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan sementara pada Rabu pagi, 21 Januari. Namun, balai jalan akan tetap melakukan kontrol secara berkala pada hasil tambalan mengingat hujan yang terus mengguyur Kota Makassar berpotensi membuat aspal kembali terkelupas.

“Mungkin sebentar malam kita tangani. kemarin kita mau tutup tapi hujan terus,” ujar Malik.

Sejatinya, Balai Jalan masih memproses kontrak untuk pemeliharaan jalan nasional untuk Tahun Anggaran 2026. Namun, Malik mengutarakan bahwa pihaknya tetap melaksanakan penanganan darurat seperti penambalan jika ada lubang.

“Kita masih tunggu evaluasi dengan tim teknis, mudah-mudahan bisa cepat untuk berkontrak,” tambah Malik.

Malik menjelaskan bahwa lubang-lubang yang bermunculan di Jl AP Pettarani banyak disebabkan oleh aktivitas pembakaran ban saat ada demonstrasi yang berlangsung. Aspal seringkali ikut terbakar dan terkelupas.

“Biasanya kalau lama dibakar tergerus akhirnya jadi lubang. Hujan berpengaruh juga, sudah terkena panas (pembakaran), kena dingin (hujan) lagi,” bebernya.

Sementara itu, perbaikan ulang Jl Perintis – Jl Urip saat ini masih menunggu cuaca membaik. Akan ada penambahan alat untuk mempercepat perbaikan.

“Jadi kemarin kita sudah bahas sama-sama, kita lagi perbaikan, karena kondisi hujan kita bongkar dulu baru kita aspal. Lagi tunggu cuaca baik. Kita tambah alat dua unit nanti untuk mempercepat perbaikan,” tandasnya.

Koordinator Proyek dari PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad menjelaskan, bahwa kendala yang dialami pihaknya saat ini adalah hujan yang terus mengguyur sehingga pengaspalan kembali belum dapat terlaksana. Saat ini, pihaknya fokus dalam pembongkaran ruas yang rusak.

“Kalau sudah bagus cuaca kita bisa mulai lagi mengaspal yang sudah dibongkar,” terangnya.

Arsyad menerangkan bahwa pengerjaan hanya dapat dilakukan pada malam hari ketika lalu lintas jalan mulai merenggang. Rentang waktu pengerjaan jalan pada pukul 23.00 hingga 06.00 pagi.

“Kalau sudah banyak hujan di range itu tidak berani kita order aspal pak, karena hasilnya nanti tidak maksimal lagi,” tukasnya.

Ia menegaskan bahwa tidak semua hasil pengerjaan pemeliharaan jalan mengalami kerusakan. Misalnya yang selesai pengerjannya pada Oktober – November. Hanya yang dikerjakan pada Desember ketika hujan terus menerus mengguyur.

“Yang awal dikerjakan itu tidak ada yang rusak, yang akhri Desember itu yang banyak kena huja di pelaksanaannya,” pungkasnya. (uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nyala Harapan Perempuan Akar Rumput Melawan Perampasan Ruang Hidup
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Zul Zivilia Gandeng Putri Ajeng Eks 7Icons Rilis Lagu Baru dari Balik Lapas
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bonnie Triyana Usul Kebudayaan Masuk Kurikulum PAUD lewat Revisi UU Sisdiknas
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
DPRD Bali Setujui Raperda Penambahan Modal Daerah ke BPD Bali
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menhub Tinjau Jalur KA Pekalongan–Sragi, 85 Persen Perjalanan Pulih
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.