Riwayat dan Jejak Terbang ATR 42-500 PK-THT yang Tabrak Pegunungan Bulusaraung, Berusia 25 Tahun Bekas Maskapai Italia

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar. Pesawat bernomor registrasi PK-THT itu bukan sekadar armada penerbangan biasa, melainkan pesawat pengawas yang sedang menjalankan misi strategis negara saat kecelakaan terjadi.

Di balik insiden memilukan tersebut, tersimpan riwayat panjang sang burung besi. Data teknis dan riwyat yang dihimpun dari Planespotters, Airfleets.net dan Flightradar24, menunjukkan bahwa PK-THT adalah pesawat veteran dengan jam terbang tinggi dan aktivitas padat.

Baca Juga :
Tim DVI Periksa DNA 8 Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Belum Terima Jenazah
Kemenhub Pastikan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Pangkep Laik Terbang

Pesawat ATR 42 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di Pangkep
Photo :
  • https://indonesia-air.com/
Berawal dari Maskapai Eropa ke Indonesia

Berdasarkan laporan Planespotters, Airfleets.net dan Flightradar24, ATR 42-500 ini diproduksi pada tahun 2000 dengan nomor seri pabrikan MSN 611. Kariernya dimulai di langit Eropa bersama maskapai regional Italia, Air Dolomiti, yang berada di bawah grup Lufthansa.

Selama hampir satu dekade, tepatnya 2001 hingga 2010, pesawat tersebut beroperasi melayani rute jarak pendek di kawasan Italia dan sekitarnya dengan registrasi I-ADLZ.

Baru pada Juli 2010, armada ini diboyong ke Indonesia dan bergabung dengan Indonesia Air Transport. Sejak saat itu, pesawat lebih banyak menjalankan penerbangan charter dan misi khusus.

Dipakai KKP untuk Misi Strategis

Meski usianya sudah menginjak 25 tahun, PK-THT masih dipercaya menjalankan tugas penting. Sejak pertengahan 2025, pesawat disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP sebagai pesawat air surveillance.

Fungsinya bukan mengangkut penumpang reguler, melainkan memantau wilayah perairan Indonesia dari udara. Tugasnya meliputi pengawasan aktivitas ilegal seperti pencurian ikan, pelanggaran batas laut, hingga patroli kedaulatan maritim.

Total waktu terbangnya pun terbilang tinggi, mencapai sekitar 24.959 jam. Angka tersebut menandakan pesawat sangat aktif digunakan.

Penerbangan 24 Jam Terakhir

sebelum kecelakaan, dalam kurun kurang dari 24 jam, PK-THT tercatat terbang lintas kota di Pulau Jawa sebelum akhirnya menuju Sulawesi.

Pada Jumat pagi, 16 Januari 2026, pesawat berangkat dari Bandung menuju Semarang pukul 09.26 WIB dan mendarat sekitar satu jam kemudian.

Sore harinya, pesawat kembali mengudara dari Semarang ke Yogyakarta. Penerbangan singkat ini ditempuh sekitar 30 menit. Di Yogyakarta, kru melakukan rest over night sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Baca Juga :
Ini Identitas Awak Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros
Harga Pesawat ATR 42-500 Tembus Ratusan Miliar, Andalan Operator Charter Raup Cuan
Manajemen Bandara Adisutjipto Tegaskan Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 sesuai Prosedur

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penyebab Utama Banjir Jakarta Hari Ini yang Merendam 12 RT dalam 2 Jam
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Banyak Calon PPPK Paruh Waktu TMS, Masih Diproses di BKN
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
PPPK Paruh Waktu Kerja Dulu Gaji Belakangan, Berbeda dengan PNS & Full Time
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Progres Tender Waste to Energy Tahap I: Pengumuman Pemenang di Februari
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Demi Jadi Deputi BI, Tere Liye: Licin Sekali Permainan Kalian Kawan
• 8 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.