Waspada! Jakarta Selatan dan Timur Jadi Titik Merah Potensi Longsor Januari 2026, Cek Wilayahnya

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi tanah longsor di beberapa wilayah sepanjang Januari 2026.
  • Ancaman gerakan tanah didominasi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan tingkat kerentanan bervariasi berdasarkan peta prakiraan.
  • Gerakan tanah menengah dapat terjadi ketika curah hujan melebihi normal, terutama di dekat lembah sungai atau lereng.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis peringatan dini mengenai potensi gerakan tanah atau tanah longsor yang mengintai sejumlah wilayah di ibu kota sepanjang Januari 2026.

Berdasarkan peta prakiraan yang diunggah, ancaman bencana geologi ini didominasi wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan tingkat kerentanan yang bervariasi.

Jakarta Selatan tercatat sebagai kota administrasi dengan jumlah kecamatan terbanyak yang masuk dalam zona waspada, mulai dari Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, hingga Tebet.

Sementara itu, di wilayah Jakarta Timur, titik-titik rawan tersebar di sepuluh kecamatan, yakni Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Makasar, Matraman, Pasar Rebo, Pulogadung, Jatinegara, dan Kramatjati.

Jakarta Barat dan Jakarta Pusat juga tidak luput dari pantauan, meskipun titik risikonya lebih terbatas, masing-masing berada di Kecamatan Kembangan dan Menteng.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa klasifikasi potensi menengah merupakan kondisi di mana pergerakan tanah dapat terjadi apabila dipicu faktor meteorologis tertentu.

"Dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan," tulis BPBD DKI Jakarta dalam unggahan tersebut.

Selain potensi menengah, terdapat pula zona dengan tingkat kerentanan tinggi yang memerlukan kewaspadaan ekstra bagi masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.

"Dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," lanjut keterangan BPBD DKI Jakarta.

Baca Juga: Daftar Titik Banjir Jakarta Hari Ini: Waspada, Air Setinggi 90 Cm Genangi Jakbar-Jaksel

Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai maupun kawasan lereng diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi pemerintah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Inggris Kembangkan Model Pembiayaan Alam Berkelanjutan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Indonesian Paradise Property (INPP) Optimistis Cetak Pertumbuhan Dobel Digit
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Asosiasi Pedagang Daging Ancam Mogok Jualan, Pramono: Saya Sudah Cek, Tidak Semua Mogok
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Burung Hantu Ditembak Mati, Wanita di Belu NTT Ditangkap
• 20 jam laludetik.com
thumb
Penjelasan Polisi Soal Viral Warga Bantul Diusir Para Tetangganya
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.