REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, Indonesia membuka peluang bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump bersama sejumlah negara. Dewan itu bertugas untuk menciptakan perdamaian di Gaza.
Prasetyo menyebut syarat utama pertimbangan untuk bergabung adalah misi Indonesia mempercepat proses perdamaian di Gaza. "Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung," ujarnya saat sesi wawancara di Congress Hall World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) siang waktu setempat.
Baca Juga
Hasil Lawatan ke London, Prabowo Boyong Dua Fregat Arrowhead 140 ke Indonesia
Prabowo Bertemu Raja Charles Bahas Konservasi Gajah Sumatera
Prabowo dan PM Inggris Bahas Gaza, Dukung Solusi Dua Negara
Prasetyo mengatakan, secara prinsip Indonesia bersedia bergabung apabila memang diminta secara resmi. Namun, kata juru bicara presiden RI tersebut, terkait status formal keanggotaan, pemerintah masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Secara formilnya nanti kami cek ya, formilnya, tetapi kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung," ucap Prasetyo.