Bisnis.com, JAKARTA — PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) melihat pertumbuhan penjualan pada 2026 masih cukup menjanjikan. Optimisme tersebut ditopang oleh stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) serta dukungan kuat dari fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan perbankan. Kondisi ini dinilai masih mampu menjaga daya beli konsumen di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan sebagai perusahaan yang mendapatkan dukungan pembiayaan KPR cukup besar, dia menegaskan tingkat suku bunga menjadi faktor krusial dalam mendorong minat beli konsumen. Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menahan BI-Rate pada level saat ini dinilainya memberikan ruang bagi konsumen untuk tetap agresif membeli properti.
“Dengan BI menahan suku bunga di level sekarang, peluang penjualan unit masih terbuka lebar. Ditambah lagi, banyak program bank yang menawarkan bunga KPR menarik, baik fix satu tahun, tiga tahun, hingga lima tahun,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Hermawan melanjutkan dengan stabilnya suku bunga ditambah dengan perpanjangan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir tahun ini akan menjadi dorongan besar bagi konsumen. "Semoga nanti pemerintah bisa melihat efek dari PPN DTP ini bagus dan mendukung bisnis, sehingga itu bisa dilanjutkan pada tahun selanjutnya," imbuhnya.
Sejauh ini, manajemen tetap optimistis target marketing sales pada 2025 senilai Rp10 triliun masih berada di jalur yang tepat. Berdasarkan perhitungan internal perusahaan, realisasi hingga akhir tahun lalu berada pada level yang dinilai sehat, meskipun belum tentu tercapai sepenuhnya.
"Kalau melihat marketing sales sampai September 2025 yang sudah mencapai sekitar 72% kemungkinan besar target Rp10 triliun masih bisa tercapai. Kalaupun tidak 100% masih mendekati dan tetap di atas 90%,” katanya.
Baca Juga
- INET Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1 Triliun Usai Rights Issue
- Lippo (MPPA) Tantang Alfamart-Indomaret Cs, Suntik Ritel Toko Mama
- HGU Produsen Gulaku (Sugar Group) Seluas 85.244 Ha Dicabut Kementerian Nusron, Nilainya Rp14,5 Triliun
Adapun untuk target marketing sales tahun 2026, BSDE masih melakukan kajian mendalam dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tren properti ke depan. Manajemen belum mengumumkan angka target penjualan untuk tahun depan dan berencana menyampaikannya pada awal hingga pertengahan Februari 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2025, BSDE mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp8,76 triliun, terkoreksi 12,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,06 triliun.
Pendapatan segmen real estat tercatat sebesar Rp8,09 triliun atau turun 13,05% year on year (YoY). Sementara itu, segmen properti membukukan pertumbuhan 6,12% YoY menjadi Rp535,76 miliar pada kuartal III/2025.
Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari segmen hotel sebesar Rp35,24 miliar, jalan tol Rp74,85 miliar, serta segmen lain-lain sebesar Rp23,04 miliar.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, BSDE mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,36 triliun atau melemah 49,53% dibandingkan Rp2,70 triliun pada kuartal III/2024. Laba per saham turut terkoreksi menjadi Rp65,20 dari sebelumnya Rp129,20





