Thomas Djiwandono Dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI, Keponakan Prabowo Goyang Independensi Bank Indonesia?

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -Thomas Djiwandono dicalonkan Presiden Prabowo Subianto ke DPR sebagai Gubernur Bank Indonesia. 

Dengan status sebagai keponakan Prabowo, publik khawatir independensi Bank Indonesia terancam. 

Sebelumnya memang Thomas Djiwandono mundur dari pengurus Partai Gerindra. 

Rupanya ia memang akan dicalonkan sebagai calon Deputi Gubernur BI. 

BACA JUGA:Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono Jebolan Master Johns Hopkins University, Keponakan Prabowo Calon Deputi Gubernur BI

Dikutip dari BBC, Thomas Djiwandono merupakan keponakan Presiden Prabowo yang menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengklaim "ada alasan tertentu" mengapa Prabowo mengusulkan nama Thomas. Namun, dia tak menjelaskan lebih rinci apa alasan itu.

Menjawab soal kekhawatiran soal independensi BI, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, berkata pengambilan keputusan di Bank Indonesia adalah kolektif kolegial.

BACA JUGA:Diungkap Dasco, Thomas Djiwandono Sudah Bukan Pengurus Partai Gerindra

Sehingga, klaimnya, tidak mungkin seorang deputi bisa mengambil keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain.

"Pak Tommy Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak kami Munas kemarin, jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menyebut Tommy sudah mengundurkan diri dari partai sejak 31 Desember 2025 lalu.

BACA JUGA:Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang Masuk Daftar Bursa Deputi Gubernur BI

"Kemudian per 31 Desember 2025 kemarin yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai," ungkapnya.

"Jadi efektif 31 Desember sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai, sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025," sambungnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Istana Ungkap Alasan Indonesia Bakal Bergabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Jamu Pisa, Inter Milan Berpeluang Memperlebar Jarak Klasemen Serie A
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tambang Ilegal Dan Sianida Jadi Bom Waktu, Safri: Keselamatan Warga Palu Jadi Taruhan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Solikin Jalani Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Ungkap 8 Strategi Ekonomi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Jasa Angkut Motor di Daan Mogot, Solusi berbuah Rezeki saat Banjir
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.