Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan penjelasan terkait kasus dugaan bullying yang terjadi terhadap seorang siswa sebuah SMP di Jakarta Timur.
Kasus tersebut sempat ramai di media sosial. Disebutkan bahwa korban merupakan anak seorang influencer. Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa peristiwa bermula saat korban diajak oleh teman sekolahnya untuk merayakan pesta pergantian tahun 2025.
Namun, sepulangnya dari pesta tersebut, korban tampak murung dan kerap menangis. Saat ditanya oleh orang tuanya, korban mengaku telah menjadi korban dugaan perundungan dan pelecehan oleh beberapa orang teman sekolahnya.
Untuk dugaan perundungan verbal, korban mengaku telah menerimanya sejak bulan Februari 2025 hingga November 2025. Mendengar hal tersebut, orang tua korban langsung mengadukan peristiwa dugaan perundungan ini ke Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
Sudah Dimediasi
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan, kasus ini telah dimediasi oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan pihak sekolah.
Pihaknya saat ini memprioritaskan pendampingan psikis terhadap anak-anak yang terlibat.
“Kami sudah memediasi, mencoba memediasi. Saat ini masih proses mediasi, tapi kami fokus sekarang kepada pendampingan anak-anak untuk didampingi psikisnya,” ujar Nahdiana kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, Disdik DKI bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) dalam proses pendampingan tersebut.
Menanggapi pernyataan pihak korban yang menilai proses mediasi terkesan tertutup, Nahdiana menegaskan bahwa pertemuan telah dilakukan antara orang tua korban dan orang tua siswa yang masih dinyatakan sebagai pelaku.
“Ini sudah dua, sudah antara orang tua yang dikatakan korban dan orang tua yang masih dinyatakan pelaku ini sudah kami temukan semuanya. Ini masih proses berlanjut,” tandasnya.





