Sejarah Meikarta: Dari Proyek Kota Impian hingga Terbelengkalai dan Kini Disiapkan Bangkit

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Meikarta pernah digadang-gadang sebagai proyek kota baru paling ambisius di Indonesia. Diluncurkan dengan konsep kota modern terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Meikarta awalnya diproyeksikan menjadi pusat hunian, bisnis, pendidikan, dan industri masa depan. Namun, perjalanan proyek ini tidak berjalan mulus. Sejarah Meikarta diwarnai ambisi besar, promosi masif, persoalan hukum, hingga akhirnya terhenti dalam waktu panjang.

Kini, Meikarta kembali menjadi sorotan setelah pemerintah membuka peluang kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai hunian rakyat. Namun sebelum membahas masa depannya, menarik menilik kembali perjalanan panjang Meikarta sejak awal diluncurkan.
Awal Mula Proyek Meikarta

Meikarta merupakan proyek kota terencana yang dikembangkan oleh PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk, bagian dari Lippo Group. Proyek ini berlokasi di Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dan resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2017.

Menurut pernyataan pendiri Lippo Group, James Riady, perencanaan Meikarta sebenarnya telah dimulai sejak 2014, sementara pembangunan fisik dimulai pada awal 2016. Proyek ini diklaim akan berdiri di atas lahan hingga 500 hektare dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp278 triliun.

Lippo Group memasarkan Meikarta sebagai kota modern yang mampu menampung hingga 2 juta penduduk, lengkap dengan rumah sakit internasional, pusat perbelanjaan, sekolah, universitas, pusat riset, kawasan industri, hingga ruang terbuka hijau berskala besar. Bahkan, Meikarta sempat disebut-sebut sebagai “kota terpenting di Indonesia” versi pengembangnya.

Promosi Besar-Besaran dan Antusiasme Pasar

Sejarah Meikarta juga identik dengan promosi besar-besaran yang jarang terjadi di sektor properti nasional. Iklan Meikarta membanjiri televisi, media cetak, hingga ruang publik dengan slogan yang mudah diingat publik, seperti “Aku ingin pindah ke Meikarta”.

Lippo Group menawarkan unit apartemen dengan harga mulai sekitar Rp127 juta per unit, yang diklaim berhasil menarik puluhan ribu pembeli hanya dalam hitungan hari. Dalam waktu singkat setelah peluncuran, pengembang menyebutkan lebih dari 90.000 unit telah terjual.

Namun, di balik euforia tersebut, persoalan mulai bermunculan, terutama terkait perizinan dan kesesuaian lahan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Refleksi 2025 dan Jalan Panjang Indonesia Menuju Lompatan Peradaban
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Cuaca Ekstrem Landa Jabodetabek, Dokter Paru Imbau Waspada Penyakit Pernapasan
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
Harga Beras Turun Diikuti Bawang, Cabai, dan Minyak Goreng, Simak Daftar Lengkapnya
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK soal Kasus Kuota Haji
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
TOP 5: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza hingga Eko Ngantor Lagi
• 17 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.