Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (21 Januari) menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos. Saat membahas ekonomi Amerika Serikat, ia secara tak terduga menyinggung kembali pandemi COVID-19 yang meletus pada masa jabatan pertamanya. Trump mengungkapkan bahwa sejak awal pandemi, pihak AS sudah mengetahui adanya kematian massal di Wuhan, Tiongkok. Bahkan, sekali lagi menegaskan bahwa virus tersebut berasal dari Wuhan.
Trump menekankan bahwa justru karena memiliki intelijen yang akurat, Amerika Serikat pada awal 2020 menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan perjalanan terhadap Tiongkok. Para analis menilai, pernyataan ini kembali mengguncang narasi PKT (Partai Komunis Tiongkok) terkait asal-usul pandemi.
EtIndonesia. Pada Rabu, 21 Januari 2026 Presiden AS Donald Trump menghadiri kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dalam sesi wawancara dengan moderator mengenai ekonomi AS, ia secara tak terduga menyinggung pandemi virus PKT (COVID-19) yang terjadi pada masa jabatan pertamanya.
“Ada seseorang yang memberitahu saya untuk memperhatikan dengan saksama, karena sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi di Tiongkok. Di Wuhan, mayat-mayat ada di mana-mana, tepat di sekitar gedung yang kami sebutkan itu,” ujarnya.
Meskipun Trump tidak secara jelas menyebut gedung apa yang dimaksud di Wuhan, ia sebelumnya telah berkali-kali menyatakan secara terbuka bahwa virus tersebut bocor dari laboratorium.
Situs resmi Gedung Putih juga pada 18 April 2025 menerbitkan halaman khusus yang menyatakan bahwa “kebocoran laboratorium” adalah sumber sebenarnya dari pandemi COVID, serta mengkritik lembaga federal dan sebagian pakar yang dinilai telah menyesatkan publik selama awal wabah.
“Saya selalu mengatakan virus itu berasal dari Wuhan, dan memang benar berasal dari Wuhan. Mayat-mayat itu dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Kami melihatnya melalui satelit. Mereka mengatakan ada sesuatu yang aneh terjadi di Tiongkok. Begitulah awalnya, dan akhirnya kita menghadapi pandemi COVID, seluruh dunia menderita.”
Pada 23 Januari 2020, Wuhan mengumumkan penutupan kota. Pada 31 Januari, pemerintahan Trump, meskipun menghadapi tekanan besar, memberlakukan larangan perjalanan terhadap Tiongkok—kebijakan yang saat itu menuai banyak kontroversi.
“Trump adalah pengambil keputusan Amerika Serikat pada tahap awal pandemi. Jadi ucapannya mewakili pemahaman pemerintah AS saat itu tentang situasi wabah ini. Kita tahu bahwa dalam komunikasi terkait pandemi antara Tiongkok dan AS, pihak PKT memang memberikan laporan, tetapi laporan tersebut tidak lengkap, bahkan menutupi fakta dan merekayasa data sehingga menyesatkan Amerika Serikat,” kata pakar isu Tiongkok, Wang He.
“Namun Trump dan timnya memiliki intelijen sendiri, khususnya wakil penasihat keamanan nasionalnya, Matthew Pottinger, yang pernah menjadi jurnalis di Tiongkok selama bertahun-tahun dan memiliki jaringan hubungan pribadi, sehingga memperoleh informasi kunci mengenai tahap awal wabah di Tiongkok,” lanjutnya.
Pengamat luar menilai bahwa pernyataan Trump secara tidak langsung mengungkap kebenaran besar mengenai pandemi.
Wang He menambahkan: “Ini juga merupakan pertama kalinya Trump, sebagai pejabat resmi Amerika Serikat, mengungkap secara terbuka peristiwa kematian massal berskala besar di Wuhan pada saat itu. Jadi meskipun pernyataannya kali ini disampaikan secara spontan, nilainya sangat besar. Hal ini membuat kebohongan PKT runtuh dengan sendirinya.”
Trump juga menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga tahun pertama masa jabatan pertamanya, ekonomi AS mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebelum akhirnya pandemi tiba-tiba meletus.
“Trump mengangkat isu ini di Davos juga menunjukkan ancaman terhadap perkembangan ekonomi dunia. Dalam banyak kasus, dampak terhadap ekonomi bukan semata-mata masalah perencanaan pembangunan atau model ekonomi manusia sendiri, tetapi juga ada ‘tangan tak terlihat’ yang lebih besar,” ujar pakar virologi AS, Dr. Lin Xiaoxu.
“Jika umat manusia kembali menghadapi bencana besar, dampaknya terhadap ekonomi akan sangat besar. Apakah manusia sudah siap? Apakah kita telah mengambil pelajaran dari COVID? Dan apakah kita sudah memikirkan, jika PKT kembali melakukan kejahatan, dampak baru apa yang akan ditimbulkannya bagi dunia?” imbuhnya. (Hui)
Laporan oleh reporter NTD Television: Yi Jing dan Qiu Yue




