Amartha Guyur UMKM Desa Triliunan Rupiah, Wujudkan Pemerataan Ekonomi di Tahun 2026

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Industri financial technology (fintech) diprediksi akan menjadi pilar utama pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. Selain memperluas inklusi keuangan, sektor ini terbukti efektif memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM dan menarik minat investor global.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan keuangan digital kini menyumbang 80,5 persen angka inklusi keuangan nasional. Tren positif ini juga dirasakan oleh Amartha, fintech yang telah 16 tahun konsisten melayani segmen akar rumput.
 
Sejak berdiri pada 2010, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal kerja. Di tahun 2025 saja, penyaluran modal mencapai Rp13,2 triliun yang didistribusikan kepada lebih dari 3,7 juta UMKM di 50.000 desa.

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menyatakan bahwa kesuksesan ini didasari oleh pemahaman mendalam terhadap karakter masyarakat desa. "Kombinasi pemahaman market, produk yang relevan, tata kelola, dan partnership dengan institusi global menjadi fondasi Amartha untuk terus tumbuh berkelanjutan," ujar Andi dalam Media Gathering Amartha Financial di Jakarta, Jumat 22 Januari 2026.
 
Amartha kini telah bertransformasi menjadi penyedia layanan keuangan lengkap melalui aplikasi AmarthaFin. Dengan izin dompet digital dari Bank Indonesia, pengguna dapat menikmati berbagai layanan, seperti investasi mikro sebagai akses investasi pada masyarakat kecil dan AmarthaLink sebagai agen yang membantu masyarakat non-digital untuk melakukan pembayaran pulsa hingga cicilan.
 
Komisaris Utama Amartha, Rudiantara, menyoroti kuatnya fundamental fintech Indonesia yang berhasil menarik lebih dari 30 investor internasional. Meski pendanaan global dinamis, aliran investasi asing ke fintech tercatat mencapai USD 549 juta pada 2024.

Baca Juga :

Amartha Financial Buka Akses Keuangan Digital bagi Masyarakat Desa
Dampak nyata fintech juga terlihat dari penciptaan lapangan kerja. Mitra binaan Amartha di desa-desa telah membuka lebih dari 110.000 lapangan kerja baru. Kepercayaan diri industri pun meningkat, di mana 65 persen perusahaan fintech berencana menambah karyawan permanen di tahun 2026.
 
Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menilai fintech menjadi solusi di tengah kontraksi penyaluran kredit perbankan untuk UMKM. "Kebutuhan permodalan masih tinggi, sehingga pinjaman daring tetap tumbuh pesat di 2026 sebagai sumber pembiayaan alternatif," jelasnya.
 
Namun, ekspansi masif di 2026 tetap harus diiringi mitigasi risiko terhadap gejolak geopolitik, potensi fraud, dan literasi keuangan masyarakat. Amartha sendiri berencana memperkuat pasar di luar Pulau Jawa dan segmen akar rumput melalui produk terintegrasi.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ledakan Aurora Terangi Tiongkok Utara, Xinjiang Saksikan Aurora Merah-Hijau Langka
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Dorong Pemilih Muda Melek Politik Hadapi Pemilu 2029, KPU–Pemkot Makassar Edukasi Pelajar SMP Sejak Dini
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Periksa 28 Saksi Terkait Kasus Dugaan Fraud Dana Syariah Indonesia
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Beberkan Materi Pemeriksaan di KPK, Dito: Kunjungan Kerja ke Arab Saudi Dampingi Jokowi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Cinta Brian Cerita Tantangan Akting Bareng Adik di Film Tolong Saya
• 20 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.