Ahmad Ali Bantah Bicara Gibran Jadi Lawan Politik Prabowo di 2029

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meluruskan berbagai tafsir yang berkembang terkait pernyataannya, dalam dua podcast yang belakangan dikutip secara parsial oleh sejumlah media.

Dalam dua podcast tersebut, Ahmad Ali secara konsisten membahas hubungan baik antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Jokowi, serta kesinambungan kepemimpinan nasional yang saat ini tercermin dalam duet Prabowo, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga :
Isu Rusdi Masse Merapat, PSI: Bawa Energi Positif untuk Partai
Menlu Sugiono: Dunia Sambut Positif Pidato Prabowo soal 'Prabowonomics', Posisi RI Naik Tingkat

Judul pemberitaan yang beredar berpotensi menimbulkan asumsi berbeda dari isi pembahasan sebenarnya, karena tidak mencerminkan keseluruhan konteks percakapan yang disampaikan Ahmad Ali.

“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali.

Dalam podcast tersebut, Ahmad Ali justru menegaskan bahwa Gibran merupakan Wakil Presiden dengan potensi dan kapasitas yang sangat kuat.

“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja. Itu kualitas yang nyata,” kata Ahmad Ali.

Ia juga menekankan bahwa Prabowo tidak mungkin menggandeng Gibran jika tidak melihat potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa.

“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” lanjutnya.

Fokus Kerja, Bukan Spekulasi 2029

Ahmad Ali juga menegaskan bahwa pembahasan dalam podcast tersebut bukanlah spekulasi politik Pilpres 2029, melainkan penekanan pada fokus kerja pemerintahan ke depan.

“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia. Beliau belum memikirkan 2029. Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tegas Ahmad Ali.

Ahmad Ali menegaskan bahwa substansi dua podcast tersebut adalah penguatan kerja sama, kesinambungan kepemimpinan, dan fokus pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan membuka ruang spekulasi atau konflik politik.

PSI berharap media dan publik dapat melihat pernyataan tokoh politik secara utuh dan proporsional, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada narasi yang keliru.

Baca Juga :
AS Gencar Ingin 'Caplok' Greenland, Menlu Jelaskan Sikap Indonesia
Prabowo Tiba di Paris, Bakal Temui Presiden Macron di Istana Élysée
Tak Gantikan PBB, Menlu Sebut Board of Peace Jadi Jalan RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tinjau PLTA Sipansihaporas, Pastikan Listrik Sumut Tetap Aman Pascabanjir Tapanuli Tengah
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Jepang Bangun Kereta Tercepat di Dunia L0 Series, Jakarta-Surabaya Cuma Sejam
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Sungai Cibereum Meluap, Akses Jalan Utama Putus
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Material Longsor di Gereja HKBP Tapanuli Utara Dibersihkan TNI
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: 50% Pasokan Dari Impor, Ini Efek Trump ke Bisnis Food Supply
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.