Makassar, VIVA — Proses identifikasi seluruh korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 akhirnya rampung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan memastikan seluruh korban yang berjumlah 10 orang telah berhasil diidentifikasi, sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan Basarnas.
Dari total 10 korban, tujuh jenazah terakhir berhasil diidentifikasi setelah Tim SAR Gabungan menyerahkan tujuh bodypack atau kantong jenazah kepada Tim DVI pada Jumat, 23 Januari 2026. Proses identifikasi langsung dilakukan secara intensif sejak jenazah diterima.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Muhammad Haris menjelaskan, seluruh kantong jenazah tersebut diterima secara resmi oleh Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” kata dia, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Hasil identifikasi terhadap tujuh jenazah tersebut dilakukan dengan metode ilmiah melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, meliputi sidik jari, gigi, properti, serta ciri medis korban.
Jenazah pertama teridentifikasi dari kantong jenazah nomor PM 62 B.05 yang cocok dengan data antemortem nomor 008, yakni Yoga Nauval Prakoso, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Selanjutnya, dua kantong jenazah bernomor PM 62 B.06 dan PM 62 B.03 teridentifikasi sebagai Hariyadi, kru pesawat ATR 42-500, berdasarkan kecocokan data antemortem nomor 003.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.07 teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan, kopilot pesawat, sesuai data antemortem nomor 001. Sementara kantong jenazah nomor PM 62 B.08 teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, pegawai KKP, dengan kecocokan data antemortem nomor 007.
Korban berikutnya adalah Dwi Mardiono, kru pesawat ATR 42-500, yang teridentifikasi dari kantong jenazah nomor PM 62 B.09 sesuai data antemortem nomor 005. Selain itu, dua kantong jenazah PM 62 B.10A dan PM 62 B.10 teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi, kru pesawat, berdasarkan data antemortem nomor 009.
Adapun kantong jenazah nomor PM 62 B.11 teridentifikasi sebagai Andy Dahananto, pilot Pesawat ATR 42-500, yang dicocokkan dengan data antemortem nomor 010.





